Wacana Prabowo Dua Periode Dinilai Masih Terlalu Dini

Intime – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai terlalu dini jika saat ini sejumlah partai politik, baik di dalam maupun di luar koalisi, menggaungkan wacana Presiden RI Prabowo Subianto memimpin dua periode.

Menurut Fernando, pemerintahan Prabowo baru berjalan sekitar 16 bulan.

“Terlalu dini karena pemerintahan yang dipimpin Prabowo Subianto masih berjalan sekitar 16 bulan,” kata Fernando kepada wartawan di Jakarta, Minggu (8/2).

Fernando mengatakan, hingga kini masih banyak program pemerintahan Prabowo yang belum direalisasikan dan masih dinantikan masyarakat. Karena itu, menurut dia, wacana dua periode belum relevan untuk dibahas.

Ia menilai, partai politik yang lebih dulu mendorong Prabowo dua periode cenderung digerakkan oleh kepentingan politik praktis.

Fernando menyebut, dorongan tersebut muncul karena parpol berharap kadernya bisa kembali mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029.

“Karena terlalu berharap kadernya akan diajak mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029,” ujarnya.

Fernando mengingatkan agar partai politik tidak bersikap terlalu pragmatis dan oportunistis dalam mengambil keputusan politik. Menurut dia, sikap tersebut justru berpotensi mengabaikan kepentingan rakyat.

“Seharusnya partai politik menciptakan peluang untuk memenangkan pileg dan pilpres, bukan hanya mendekat kepada figur yang dianggap punya peluang besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fernando menegaskan bahwa belum tentu masyarakat masih menghendaki Prabowo Subianto pada Pilpres 2029. Menurut dia, masyarakat akan menilai berdasarkan hasil kinerja pemerintahan Prabowo hingga akhir masa jabatan.

“Belum tentu masyarakat masih menghendaki Prabowo Subianto karena melihat hasil akhir kinerjanya. Partai politik jangan sampai mabok kekuasaan dan melupakan rakyat yang harus diperjuangkan,” pungkas Fernando.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini