Intime – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan klarifikasi atas kemunculan namanya dalam dokumen kasus mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang baru dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (US DOJ) pada Jumat (30/1).
Nama Anwar tercantum dalam rangkaian email tahun 2012 yang kini ramai diperbincangkan di Malaysia.
Melalui unggahan di media sosial X, Senin (2/2), Anwar mengaku baru mengetahui keberadaan email tersebut. Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam percakapan itu dan menyebut namanya telah dicatut oleh pihak asing.
“Saya baru tahu hari ini bahwa pihak asing ingin bertemu dengan saya dan bahkan ‘mencatut’ nama saya dalam email yang melibatkan kasus Epstein,” tulis Anwar.
Anwar menambahkan bahwa bertahun-tahun setelah email itu ditulis, ia tidak memiliki hubungan apa pun dengan individu yang terlibat dalam komunikasi tersebut, khususnya Epstein. Ia menegaskan tidak pernah menjalin relasi, pertemuan, ataupun komunikasi dengan Epstein.
Berdasarkan dokumen DOJ, email bertanggal 22 Februari 2012 itu tidak memuat pembahasan mengenai pelanggaran seksual maupun kunjungan ke pulau pribadi Epstein. Percakapan tersebut justru membahas isu politik dan kemungkinan pengaturan pertemuan antara Anwar dan seseorang bernama “Jes”.
Media lokal Malaysia menduga nama “Jes” merujuk pada Jes Staley, bankir Amerika Serikat yang kemudian mundur dari JPMorgan Chase setelah hubungannya dengan Epstein terungkap ke publik.
Dalam email tertanggal 21 Februari 2012, pengirim yang identitasnya disamarkan mengeklaim dekat dengan Anwar dan menyebut Malaysia sebagai peluang ekonomi besar bagi JPMorgan jika Anwar menjadi perdana menteri. Epstein juga menanyakan rencana perjalanan Anwar ke Eropa dan kemungkinan pertemuan di Malaysia.
Anwar menegaskan seluruh percakapan tersebut tidak melibatkan dirinya dan meminta publik melihat konteks dokumen secara utuh.

