Benarkah Dedi Mulyadi Mulai Membelot dan Melawan Prabowo Subianto?

Intime – Pengamat politik dan hukum Muslim Arbi menyoroti ketidakhadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Kamis (22/10).

Muslim menilai, absennya Dedi berpotensi memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi sikap politiknya terhadap Prabowo dan Partai Gerindra. Namun, ia mengakui ketidakhadiran tersebut juga perlu dilihat dari penjelasan Dedi mengenai tugas pemerintahan yang sedang dijalankan.

“Kalau seorang kader partai yang juga menjabat gubernur tidak hadir dalam agenda yang dihadiri presiden, tentu publik bisa bertanya. Apakah ini murni persoalan pekerjaan pemerintahan atau ada dinamika politik yang lebih besar? Ini perlu dicermati,” ujar Muslim, Senin (26/10).

Muslim menduga, meningkatnya popularitas Dedi dapat memengaruhi arah politiknya menjelang Pemilihan Presiden 2029. Ia mengaitkan dugaan tersebut dengan survei Tempo Data Science yang dirilis pada Agustus 2026.

Survei terhadap 1.260 responden di 38 provinsi pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 itu menempatkan Dedi dengan elektabilitas 41 persen dalam simulasi pilpres. Sementara Prabowo memperoleh 15 persen dan Anies Baswedan 10 persen.

Survei menggunakan multistage random sampling, tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error sekitar 2,9 persen. Hasil tersebut merupakan gambaran opini responden pada periode survei, bukan kepastian hasil Pemilu 2029.

“Ketika seorang kepala daerah memperoleh angka elektabilitas tinggi, tentu muncul peluang untuk membangun kekuatan politik sendiri,” kata Muslim.

Ia juga mengingatkan perjalanan politik Dedi yang pernah menjadi kader Golkar sebelum bergabung dengan Gerindra pada 2023. Saat bergabung, Dedi menyatakan kesediaannya membantu memenangkan Prabowo dan Gerindra pada Pemilu 2024.

Meski demikian, Muslim menegaskan dugaan perubahan arah politik Dedi menuju Pilpres 2029 belum merupakan keputusan yang telah diambil.

Sementara itu, Dedi telah menjelaskan alasan ketidakhadirannya. Pada 23 Oktober 2026, ia menyatakan sedang memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.

Dedi menyebut penanganan kebakaran menjadi prioritas berdasarkan arahan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia juga telah melaporkan situasi tersebut kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Saat Rakornas TPAKD, Prabowo sempat menanyakan keberadaan Dedi.

“Ke mana KDM? Yang paling dekat enggak hadir malah. Pasti sibuk,” ujar Prabowo.

Muslim mengatakan, konsistensi sikap Dedi terhadap Gerindra dan Prabowo perlu diamati dalam perkembangan politik menuju 2029.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini