Bos BEI akan Temui MSCI Hari Ini, Mau Bahas Apa?

Intime – Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (19/10) pukul 15.30 WIB. Pertemuan tersebut bertujuan meminta klarifikasi terkait rencana konsultasi penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pertemuan akan dilakukan secara daring melalui platform Zoom. BEI ingin mengetahui latar belakang pengumuman MSCI yang dinilai mengejutkan para pelaku pasar.

“Seperti kita ketahui, Jumat Subuh kita mendapatkan kabar bahwa MSCI menyampaikan pengumuman bahwa menempatkan Indonesia di dalam konsultasi. Terkait itu, nanti siang kami akan meeting online dengan MSCI. Pukul 15.30 nanti,” kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10).

Menurut Jeffrey, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sebagian besar partisipan pasar tidak memperkirakan pengumuman tersebut. Karena itu, pihaknya akan meminta penjelasan mengenai dasar pertimbangan MSCI.

“Kami di Bursa, di OJK maupun partisipan, sebagian besar partisipan dari MSCI tidak menyangka bahwa akan ada pengumuman seperti itu. Tentu kami akan menanyakan klarifikasi terkait dengan latar belakangnya,” ujarnya.

MSCI mengumumkan opsi penurunan status Indonesia pada Jumat (16/10). Usulan tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar. Keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

MSCI menyebut kekhawatiran terkait aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar saham Indonesia sebagai latar belakang evaluasi. Persoalan yang disoroti mencakup struktur kepemilikan saham yang dinilai belum transparan serta dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi.

Pengumuman tersebut turut membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan Jumat, IHSG melemah 11,57 persen ke level 5.185,10 dan mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt.

Tekanan berlanjut pada Senin. Hingga penutupan sesi I, IHSG turun 5,05 persen ke level 4.923,26.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih rawan terkoreksi. Investor juga mencermati perkembangan proposal MSCI, pelemahan rupiah terhadap dollar AS, serta data produk domestik bruto China yang berpotensi memengaruhi sektor komoditas Indonesia.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini