Intime – Bus yang membawa rombongan pemain Persib Bandung U-18 diserang sekelompok orang tak dikenal di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam. Polisi telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama mengatakan, insiden itu melibatkan perusakan bus dan dugaan penganiayaan terhadap salah satu ofisial tim Persib U-18.
“Ya terjadi perusakan dengan memecah kaca bus rombongan bus pemain U-18 Persib Bandung di Rest Area 360 Batang. Ada juga Penganiayaan pada salah satu Official Persib U-18,” kata Bintoro, Senin (12/10).
Menurut Bintoro, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.27 WIB. Saat itu, rombongan Persib U-18 yang berjumlah sekitar 30 orang baru tiba di rest area setelah meninggalkan Hotel Monolog Solo.
Mereka sebelumnya berada di Solo untuk mengikuti kompetisi sepak bola kelompok usia di bawah 18 tahun.
Rombongan menggunakan satu unit bus Bima Trans bernomor polisi Z 7539 GZ. Bus tersebut dikemudikan Muhammad Ainur Ridha, yang kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi.
Setelah menerima laporan mengenai dugaan perusakan dan penganiayaan, polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
Hasilnya, petugas mengamankan seorang pria berinisial BPA (33) di Jakarta. BPA diketahui merupakan warga Kelurahan Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.
Bintoro mengatakan, BPA diduga menjadi orang yang melempar batu ke arah bus rombongan pemain Persib U-18.
Dugaan keterlibatan pria tersebut diperkuat oleh keterangan sejumlah saksi serta rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian.
“Usai menerima laporan (perusakan dan Penganiayaan), polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang terduga pelaku di Jakarta,” ujar Bintoro.
Meski demikian, BPA masih berstatus sebagai terduga pelaku. Polisi masih perlu mendalami keterlibatannya dalam peristiwa tersebut.
Kasus ini mencakup dugaan perusakan kendaraan dan penganiayaan terhadap ofisial tim. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi korban maupun motif penyerangan tersebut.

