Intime – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) berencana menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).
Aksi tersebut bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Komite Sadar terdiri dari mahasiswa sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya.
Namun, tidak seluruh kampus yang tergabung dalam aliansi tersebut akan menggelar aksi di Jakarta pada Selasa. Sebagian mahasiswa dijadwalkan menyampaikan aspirasi di daerah masing-masing.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, Yatalathof Imawan, mengatakan BEM UI akan mengikuti aksi di Jakarta. Sementara itu, mahasiswa dari kampus lain akan menggelar demonstrasi di wilayah masing-masing sebelum merencanakan gerakan bersama.
“BEM UI akan aksi di Jakarta, untuk tanggal 20 yang lain di daerah masing-masing dulu, baru nanti kami akan buat gerakan besar bersama,” ujar Yatalathof saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (19/10).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan yang berkaitan dengan sejumlah persoalan publik. Isu yang disoroti meliputi lingkungan, ekonomi, kebebasan berpendapat, korupsi, serta biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
Berikut daftar lima tuntutan mahasiswa dalam demo dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran hari ini:
1. Menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana banjir sebagai bencana nasional, menjamin dan memulihkan kesehatan warga, serta mengadili dan mencabut izin korporasi yang bertanggung jawab dalam krisis ini.
2. Memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi dan mengembalikan kepercayaan pasar.
3. Menghentikan pembatasan kebebasan berpendapat.
4. Memberantas maraknya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
5. Menurunkan biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang mahal serta memberikan akses yang merata.
Athof mengatakan, tanggal 20 Oktober dipilih untuk menandai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Namun, ia menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar evaluasi pemerintahan, melainkan bentuk kekecewaan terhadap kondisi bangsa saat ini.
“Dua tahun pemerintahan yang gagal untuk apa dievaluasi? Kita bergerak karena sudah tidak ada harapan. Kedaulatan rakyat direbut oleh penguasa dapat dilihat dari segala ironi dan penindasan di berbagai daerah. Jadi kita bergerak atas dasar ingin rakyat berdaulat juga,” tegas Athof.
Yatalathof menyebut mahasiswa akan menggelar aksi simbolik di Tugu Proklamasi pada pukul 09.00 WIB. Aksi demonstrasi kemudian dijadwalkan berlangsung di Tugu Tani pada pukul 15.00 WIB.

