Iran Balik Menekan AS: Damai Ditolak, Hormuz Jadi Taruhan Dunia

Intime – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran menolak proposal perdamaian yang diajukan Washington. Iran menilai tawaran tersebut hanya berisi tuntutan sepihak yang dinilai merugikan kepentingan nasional mereka.

Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan bahwa penolakan itu muncul karena proposal AS dianggap memaksa Iran menerima “tuntutan berlebihan” pascaperang. Sikap keras Teheran sekaligus menandai bahwa jalur diplomasi kedua negara masih jauh dari titik temu.

Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut respons Iran terhadap proposal perdamaian Washington sebagai sesuatu yang “tidak bisa diterima.”

Alih-alih melunak, Iran justru mengajukan syarat baru yang lebih agresif dalam perundingan lanjutan. Salah satu tuntutan utamanya adalah pencabutan sanksi ekonomi, pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri, hingga kontrol penuh atas Selat Hormuz—jalur vital perdagangan minyak dunia.

“Iran menegaskan AS harus membayar kerugian perang kepada Teheran,” tulis laporan Press TV.

Sebelumnya, kantor berita ISNA menyebut respons Iran difokuskan pada penghentian perang serta jaminan keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz. Namun di balik itu, Teheran juga ingin memastikan posisi strategisnya tetap dominan di kawasan.

Konflik kedua negara pecah setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari lalu yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. Gencatan senjata memang diumumkan pada 8 April, tetapi ketegangan belum benar-benar reda.

Perundingan damai yang dimediasi di Islamabad hingga kini belum menghasilkan kesepakatan permanen. Situasi makin rumit setelah Washington tetap memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran meski perang terbuka telah berhenti.

Kini dunia menanti apakah putaran negosiasi berikutnya mampu mencegah konflik baru, atau justru membuat kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang ledakan besar.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img