Jelang Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri, Stok Pangan di Jakarta Aman

Intime – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta memastikan kesiapan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan dalam menjaga ketersediaan pasokan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto menuturkan, rangkaian hari besar yang berdekatan, mulai dari Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri, menjadi perhatian khusus Pemprov DKI. Pasalnya, Jakarta merupakan pusat aktivitas sekaligus tujuan kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.

“Pemprov DKI Jakarta memiliki tanggung jawab menjaga ketersediaan stok pangan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama menjelang Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri. Stabilitas pangan dan ekonomi menjadi prioritas utama,” ujar dia saat menghadiri diskusi Balkoters Talk bertajuk “Persiapan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri” di Graha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, pada Rabu (11/2).

Berdasarkan pemantauan dan proyeksi Pemprov DKI, menjelang Ramadan terjadi peningkatan kebutuhan sejumlah komoditas pangan, antara lain telur ayam sebesar 7,5 persen; daging sapi dan kerbau 3,57 persen; bawang putih 3,57 persen; cabai rawit 3,06 persen; serta bawang merah 2,89 persen.

Sementara itu, menjelang Lebaran lonjakan kebutuhan diperkirakan lebih tinggi, terutama pada telur ayam yang meningkat 17,20 persen; daging ayam 10,77 persen; bawang merah 10,67 persen; minyak goreng 9,67 persen; dan cabai rawit 9,18 persen. Pemprov DKI bersama BUMD pangan telah menyiapkan langkah antisipatif untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut.

Sekda Uus menegaskan, koordinasi lintas BUMD pangan terus diperkuat guna menjaga stabilitas pasokan dan mencegah gejolak harga di pasaran. “Tidak ada alasan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Koordinasi dan soliditas antar-BUMD menjadi kunci,” tandasnya.

Untuk komoditas beras, total stok yang tersedia mencapai 182.172 ton. Stok tersebut berasal dari Pasar Induk Beras Cipinang sebanyak 40.088 ton, Food Station 8.100 ton, stok Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) 18.000 ton, Bulog 141.823 ton, serta Pasar Jaya 261 ton. Jumlah ini dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta.

Selain beras, Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan protein hewani dalam kondisi aman, meliputi daging sapi 1.246 ton, daging ayam 435 ton, ikan kembung 547 ton, serta ternak sapi sebanyak 1.010 ekor. Untuk komoditas lainnya, tersedia telur ayam 5,5 ton, cabai rawit 57 ton, bawang merah 104 ton, bawang putih 48 ton, minyak goreng 625 ton, dan gula 437,4 ton.

Dalam rangka pengendalian inflasi, Pemprov DKI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan berbagai langkah, antara lain pemantauan rutin ketersediaan dan harga pangan, pengawasan LPG 3 kilogram, pengawasan keamanan pangan, rapat rutin TPID, bazar murah, kampanye belanja bijak, pengembangan urban farming, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana distribusi.

Sekda Uus menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat mencapai 5,21 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini menjadi indikator positif hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, BUMD, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Dengan keterbukaan, kolaborasi, dan inovasi yang terus diperkuat, kami optimistis kebutuhan pangan masyarakat Jakarta menjelang Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik, sehingga inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” pungkasnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini