Intime – Perayaan Valentine 2026 menunjukkan tren baru di kalangan pasangan muda. Jika sebelumnya identik dengan makan malam romantis dan hadiah mahal, kini sebagian pasangan memilih mengalihkan pengeluaran ke investasi jangka panjang, terutama membeli rumah pertama. Tren ini dikenal sebagai couple frugal.
Fenomena tersebut muncul di tengah momentum pasar properti yang dinilai menguntungkan. Suku bunga acuan Bank Indonesia berada di level 4,75 persen, sementara harga properti masih tumbuh di bawah inflasi.
Data Rumah123 mencatat harga rumah sekunder hanya naik 0,7 persen secara tahunan, lebih rendah dibanding inflasi 2,92 persen. Artinya, secara riil harga properti masih relatif terjangkau bagi pembeli rumah pertama.
Head of Research Rumah123 Marisa Jaya mengatakan awal 2026 menjadi fase strategis untuk membeli rumah. Namun, ia mengingatkan adanya penurunan suplai rumah sekunder hingga 9,1 persen secara tahunan.
“Ini menciptakan kondisi harga stabil, tapi pilihan unit semakin terbatas. Pasangan muda yang menunda berisiko kehilangan opsi terbaik,” ujar Marisa.
Perubahan perilaku finansial pasangan muda juga terlihat dari prioritas pengeluaran. Biaya pacaran di Jakarta diperkirakan mencapai Rp5 juta per bulan atau Rp60 juta per tahun. Dana tersebut dinilai cukup untuk dialihkan menjadi tabungan uang muka rumah di wilayah penyangga Jabodetabek.
Rumah123 mencatat Tangerang menjadi wilayah paling diminati dengan 13,9 persen total pencarian properti nasional. Bekasi mencatat kenaikan harga tahunan 2,4 persen, sedangkan Bogor menjadi pilihan dengan harga relatif lebih rendah akibat koreksi harga pada akhir 2025.
VP of Marketing Rumah123 Firman Pamungkas menilai tren ini menunjukkan perubahan cara generasi muda memaknai hubungan.
“Valentine tidak lagi soal hadiah mahal, tetapi membangun fondasi masa depan bersama. Banyak pasangan mengalihkan anggaran hiburan ke tabungan DP rumah,” kata Firman.
Menurutnya, kepemilikan rumah kini menjadi tujuan utama bagi banyak pasangan muda dalam membangun kehidupan bersama.

