Khutbah Iduladha Kiai Mahbub: Pengabdian Publik Tak Lepas dari Cacian

Intime – Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Mahbub Maafi, mengingatkan Hari Raya Iduladha bukan sekadar seremoni penyembelihan hewan kurban, melainkan momentum untuk menguji keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan dalam kehidupan sosial maupun pengabdian kepada publik.

Pesan itu disampaikan Kiai Mahbub saat menyampaikan khotbah salat Iduladha di Masjid An-Nahdhah, Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Rabu (27/5). Dalam khutbahnya, ia menekankan bahwa esensi kurban berakar dari kisah keteguhan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh kepasrahan.

Menurutnya, nilai utama dari ibadah kurban bukan terletak pada darah maupun daging hewan yang disembelih, melainkan pada ketulusan hati dan kepatuhan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

“Ketika kita berkurban, daging dan darah hewan korban itu tidak sampai kepada Allah SWT. Yang sampai adalah ketaatan dari kita,” ujar Mahbub.

Ia menilai semangat pengorbanan juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui kepedulian sosial terhadap sesama. Pengorbanan, kata dia, bisa hadir dalam bentuk tenaga, waktu, hingga harta untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Semangat berkorban ini bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, kita mengorbankan tenaga kita untuk membantu orang yang susah, mengorbankan harta kita untuk menolong orang-orang yang kelaparan,” lanjutnya.

Tak hanya untuk masyarakat umum, Kiai Mahbub juga menyoroti para pejabat dan tokoh publik yang memilih jalan pengabdian kepada umat. Ia mengingatkan bahwa menjadi pelayan masyarakat berarti harus siap menerima kritik, bahkan celaan.

Mengutip cendekiawan Muslim asal Andalusia, Ibnu Hazm, Mahbub mengatakan bahwa seseorang yang berkhidmat untuk publik harus rela mengorbankan sebagian kehormatannya demi kepentingan masyarakat luas.

“Barang siapa yang berkomitmen untuk berkhidmat kepada umat, untuk berkhidmat kepada publik; maka dia harus merelakan sebagian kehormatannya, karena cepat atau lambat dia pasti akan dicela,” kata Mahbub.

Di akhir khutbahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini