Kepindahan Narji ke PSI Dinilai Cuma Cari Sensasi Politik

Intime – Kepindahan komedian Narji dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat sorotan dari pengamat politik.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai keputusan itu kurang tepat.

Narji resmi diperkenalkan sebagai kader PSI dalam acara sunatan massal di Banten. Sebelumnya, Narji tercatat sebagai kader PKS sejak 2021.

Menurut Jerry, secara politik PKS masih memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan PSI karena merupakan partai yang memiliki kursi di DPR.

“Saya kira Narji itu salah besar. Padahal PKS masih lebih kuat dan elektabilitasnya jauh dari PSI,” kata Jerry kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/7).

Jerry berpendapat, jika ingin berpindah partai, Narji sebaiknya bergabung dengan partai yang telah memiliki kekuatan politik besar seperti PDIP, Golkar, Gerindra, atau Demokrat.

Ia juga menilai keputusan Narji bergabung dengan PSI lebih banyak bernilai sensasi politik daripada strategi yang matang.

“Saya kira Narji ini hanya mencari sensasi politik saja. Dia juga tak bisa membaca parpol apa yang dia masuki dan tak paham forecast politik,” ujarnya.

Sampai saat ini belum ada pernyataan dari Narji maupun PSI yang menanggapi kritik tersebut.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini