Intime – Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyiapkan sejumlah strategi untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat DKI Jakarta menjelang Ramadan 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga serta menjaga ketersediaan pasokan bagi warga ibu kota.
Raditya mengatakan, pihaknya telah menyiapkan stok daging sejak jauh hari dengan memanfaatkan momentum harga terbaik di pasar. Daging yang dibeli kemudian disimpan di gudang sebagai cadangan untuk menjaga stabilitas pasokan menjelang periode permintaan tinggi.
“Persiapan dari kita yang pasti adalah mempersiapkan stok. Sebenarnya stok sudah kita siapkan dari jauh-jauh hari. Pembelian kita selama ini melihat momen harga, pada saat terbaik kita beli dan kita taruh di gudang,” ujar Raditya usai sesi diskusi Balkoters Talk di Ruang Elang Bondol, Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2).
Ia menjelaskan, penjualan daging tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memantau perkembangan harga di pasar tradisional. Langkah ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat apabila harga daging di pasaran mengalami kenaikan signifikan.
Menurut Raditya, keberadaan stok yang dimiliki Perumda Dharma Jaya memungkinkan masyarakat memperoleh daging dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Dengan demikian, warga tetap memiliki pilihan dalam memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan.
“Seandainya di pasar tradisional harganya naik atau di mana-mana harganya naik, maka kita punya daging untuk pilihan masyarakat Jakarta. Harganya insyaallah lebih murah dan mereka bisa beli di kita,” kata dia.
Meski demikian, Raditya mengakui bahwa jumlah stok daging yang dimiliki Dharma Jaya belum dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Jakarta. Keterbatasan kapasitas tersebut membuat perusahaan daerah itu tidak dapat secara langsung memengaruhi harga daging di pasaran.
Namun, ia berharap langkah antisipasi yang dilakukan dapat membantu menjaga stabilitas harga serta memberikan kepastian pasokan bagi masyarakat menjelang Ramadan.
“Kita nggak bisa langsung mempengaruhi harga, karena kita cuma berapa ton, sementara kebutuhan Jakarta berapa ton. Tapi paling tidak masyarakat tahu bahwa di Dharma Jaya ada daging yang harganya di bawah harga pasar,” tandasnya.

