Kapolri Bongkar Lab Sabu Terbesar di Pidie, Diklaim Selamatkan 6 Juta Anak Bangsa

Intime – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan pembongkaran laboratorium rahasia narkotika di Pidie, Aceh, berpotensi menyelamatkan sekitar 6 juta anak bangsa dari peredaran sabu. Laboratorium tersebut diketahui mampu memproduksi sekitar 1,2 ton narkotika.

Suyudi menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Pidie, Aceh, Jumat (23/10). Ia mengatakan pengungkapan laboratorium tersebut dapat mencegah kerugian ekonomi dan dampak sosial akibat peredaran narkotika.

“Penting bagi kita untuk memahami betapa masifnya dampak kerusakan yang berhasil kita cegah melalui operasi ini. Yang pertama, apabila 1,2 ton atau 1.200.000 gram sabu ini beredar dengan harga di pasaran rata-rata di angka Rp 1,8 juta per gramnya, ya, maka total valuasi ekonomi yang berhasil kita gagalkan hampir mencapai Rp 2,16 triliun,” kata Suyudi.

Menurut dia, jumlah tersebut juga menggambarkan besarnya potensi penyalahgunaan narkotika yang berhasil dicegah. Dengan asumsi satu gram sabu dikonsumsi lima orang, pengungkapan itu diklaim dapat menyelamatkan 6 juta orang.

“Kemudian apabila kita asumsikan 1 gram sabu ini dikonsumsi oleh 5 orang, maka kita telah berhasil menyelamatkan 6 juta anak bangsa dari dampak peredaran narkotika,” ujarnya.

Suyudi juga memperkirakan pengungkapan laboratorium tersebut dapat mengurangi potensi beban biaya rehabilitasi yang harus ditanggung negara.

Dengan asumsi biaya rehabilitasi Rp 20 juta per orang selama enam bulan, ia menyebut potensi pengeluaran negara mencapai Rp 120 triliun apabila 6 juta orang membutuhkan rehabilitasi.

“Yang berikut jika jumlah tersebut dikalkulasikan untuk memenuhi kebutuhan biaya rehabilitasi ya, maka biaya yang harus dikeluarkan oleh negara mencapai Rp 120 triliun dengan asumsi Rp 20 juta per orang untuk masa rehabilitasi selama 6 bulan,” ungkapnya.

Suyudi mengapresiasi jajaran Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai yang terlibat dalam operasi tersebut.

Ia menegaskan pemberantasan narkotika membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Laboratorium di Pidie sebelumnya digerebek tim gabungan Bareskrim Polri, BNN, dan Bea Cukai. Petugas mengamankan sekitar satu ton sabu cair metamfetamin dari dua toko yang disulap menjadi pabrik.

Berdasarkan penyelidikan awal, laboratorium tersebut diduga terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional yang melibatkan sindikat asal China, Malaysia, dan Indonesia.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini