Intime – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai tengah menghadapi tantangan besar berupa kepentingan jangka pendek, transaksi politik, serta kebisingan di ruang publik yang berpotensi menggerus rasa keadilan masyarakat. Karena itu, pemerintah diingatkan agar tetap menjaga arah besar pembangunan nasional.
Anggota Komisi II DPR RI Azis Subekti menegaskan, urusan strategis seperti pangan, energi, industri, pertahanan, dan stabilitas ekonomi tidak boleh tereduksi oleh dinamika politik sesaat. Menurut dia, konsistensi arah kebijakan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Negara hadir dalam urusan-urusan strategis pangan, energi, industri, pertahanan, dan stabilitas ekonomi. Kemandirian ekonomi dan stabilitas negara tidak tumbuh di ruang hampa, melainkan dari kepercayaan bahwa kebijakan yang diambil ditujukan untuk kepentingan bersama, bukan segelintir kelompok,” kata Azis kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/1).
Politikus Fraksi Partai Gerindra itu menilai banyak kebijakan saat ini menuntut kesabaran kolektif masyarakat. Kebijakan tersebut antara lain hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, pembenahan fiskal, hingga penataan birokrasi.
Dalam kondisi tersebut, Azis menekankan pentingnya sikap saling percaya sebagai energi utama agar bangsa tidak mudah lelah dan terjebak dalam saling menyalahkan. Kepercayaan juga menjadi jembatan penting antara pemerintah pusat dan daerah.
“Negara besar tidak dibangun hanya dari istana, melainkan dari ribuan keputusan kecil di kabupaten, kota, dan desa. Ketika pusat percaya kepada daerah, dan daerah merasa dipercaya mengeksekusi kebijakan secara bertanggung jawab, maka konsistensi arah nasional akan terjaga,” ujarnya.
Azis juga menyinggung pentingnya kedewasaan politik pascakontestasi. Menurut dia, demokrasi bukan semata soal menang dan kalah, melainkan kemampuan menjaga agenda bersama setelah kompetisi politik selesai.
Ia menegaskan, selama pemerintah mampu menjaga arah kebijakan secara konsisten, adil, dan terbuka terhadap kritik, Indonesia berpeluang tumbuh menjadi negara yang stabil secara politik, mandiri secara ekonomi, serta mampu mensejahterakan rakyat dengan bermartabat.

