Intime – Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo atau Subagyo HS meninggal dunia pada Senin (19/10).
Jenazahnya dijadwalkan dibawa ke Jakarta pada Selasa (20/10) untuk disemayamkan di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.
Kabar meninggalnya Subagyo dikonfirmasi Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Guntur Yudhianto.
“Leres, leres (benar, Subagyo meninggal dunia hari ini),” kata Guntur, Senin.
Guntur mengatakan, jenazah Subagyo akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di wilayah Gondokusuman, Yogyakarta. Namun, ia mengaku belum memperoleh informasi mengenai lokasi mantan jenderal TNI tersebut meninggal dunia.
“Meninggal di mana saya belum dapat info, cuma baru dapat info ini nanti disemayamkan di rumah terus besok pagi dibawa ke Jakarta,” ujarnya.
Informasi pemakaman di Jakarta juga disampaikan anggota Komisi B DPRD DIY dari Fraksi Gerindra, Danang Wahyu Broto.
“Infonya besok pagi dikebumikan di Jakarta,” kata Danang.
Kepala Penerangan Korem 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, turut mengonfirmasi kabar tersebut. Ia menyebut Subagyo akan disemayamkan di kawasan Kotabaru, Yogyakarta, sebelum diterbangkan ke Jakarta.
“Malam ini disemayamkan di Kota Baru, besok pagi jam 07.00 terbang ke Jakarta disemayamkan di Mabesad dan pemakaman di Taman Makam Pahlawan Kalibata,” kata Suwito melalui pesan singkat.
Keluarga besar Korem 072/Pamungkas juga menyampaikan belasungkawa atas kepergian Subagyo. Mereka mendoakan agar almarhum mendapat ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Subagyo HS merupakan salah satu perwira tinggi TNI yang pernah memimpin Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ia menjabat Komandan Jenderal Kopassus pada 1994-1995.
Setelah Subagyo, posisi Danjen Kopassus dijabat Prabowo Subianto pada 1995. Dengan demikian, Subagyo merupakan salah satu mantan komandan Prabowo saat keduanya bertugas di korps baret merah.
Subagyo juga pernah menjabat KSAD pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, BJ Habibie, dan Abdurrahman Wahid. Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, ia diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

