Intime – PAM JAYA menandai langkah transformasi layanan air minum Jakarta dengan memulai pembangunan Gedung Sentra Pelayanan yang dilengkapi Pusat Edukasi Air. Groundbreaking digelar Kamis (8/1) di kawasan IPA Pejompongan I, Jakarta Pusat, dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Gedung ini menjadi pusat layanan terpadu sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat mengenai siklus air, manfaat air minum perpipaan, konservasi, dan pengurangan penggunaan air tanah.
“Gedung Sentra Pelayanan ini kami bangun tidak hanya sebagai pusat layanan, tetapi juga sebagai pusat edukasi, agar warga Jakarta semakin memahami pentingnya air minum perpipaan dan konservasi air,” ujar Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin.
Sementara itu, Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap transformasi PAM JAYA. Ia menekankan pentingnya perusahaan yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menurutnya, PAM JAYA kini berada dalam kondisi perusahaan yang sehat, dengan fondasi kuat untuk meningkatkan kualitas layanan dan peran edukasi bagi masyarakat.
Gedung setinggi 11 lantai dengan 1 basement ini mengusung konsep arsitektur “Urban Water Falling”, yang merepresentasikan aliran air dan memaksimalkan cahaya alami.
Luas bangunan sekitar 18.853 meter persegi, dengan target selesai ±590 hari. Fasilitas mencakup War Room, Command Center, ruang kerja terpadu, function room, hingga sport center, mendukung layanan hybrid dan tatap muka langsung dengan pelanggan.
Selain infrastruktur, PAM JAYA memperkuat transformasi digital. Call Center berbasis Artificial Intelligence telah aktif sejak 1 Januari 2026, sistem ERP siap go live 15 Januari, dan aplikasi C2M akan diluncurkan pada Juni 2026, memperkuat ekosistem digital perusahaan.
Langkah ini sejalan dengan Pergub DKI Nomor 48 Tahun 2025 yang menargetkan 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan pada 2029. Dengan kombinasi infrastruktur, edukasi, dan teknologi, PAM JAYA optimistis dapat menghadirkan layanan air yang andal, berkelanjutan, dan berpihak pada warga Jakarta.

