Intime – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying jelas bulan Ramadan karena ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pokok cukup.
“Ketersediaan pangan untuk Ramadan dan Idulfitri di Jakarta, termasuk hari-hari besar lainnya seperti Imlek dan Nyepi, terpantau dalam kondisi aman karena cadangannya mencukupi. Untuk subsidi pangan, kami melihat hampir semua komoditas di Jakarta saat ini relatif terkontrol dengan baik,” kata Pramono usai memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Paripurna di Balai Kota DKI Jakarta, pada Selasa (10/2).
Ia juga memastikan kegiatan pasar murah terus dilanjutkan dengan melibatkan BUMD pangan, seperti Food Station, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya, demi menjaga daya beli masyarakat.
Kata Pramono, ketersediaan pangan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga 9 Februari 2026 mencakup beras 182.172 ton, daging sapi 1.223,9 ton, daging ayam 4,35 ton, gula 437,4 ton, cabai 57 ton, bawang merah 104 ton, bawang putih 46 ton, serta minyak goreng 625 ton.
Dia juga mengimbau jajarannya melakukan monitoring rutin ketersediaan dan harga pangan, serta pasokan gas LPG 3 kilogram. Hal tersebut sebagai early warning system guna memastikan stok aman dan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Selain itu, lanjut dia, Pemprov DKI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta terus menyalurkan pangan subsidi bagi masyarakat tertentu, menggalakkan urban farming, melakukan pengawasan keamanan pangan, menggelar bazar murah, impor daging sapi melalui Dharma Jaya, hingga menghadirkan promo belanja pangan khusus.

