Intime – PT MRT Jakarta terus melakukan perluasan area layanan operasional. Rencananya, proyek fase keempat akan dibangun mulai Agustus 2026 dengan rute Fatmawati-TMII.
“Dari loop line Fatmawati-Kampung Rambutan-Taman Mini, ini full underground (bawah tanah), yang sebentar lagi akan diputuskan pada bulan Agustus atau September tahun ini,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat di Jakarta, Selasa (10/2).
Selama perencanaan itu, dia mengatakan pihaknya juga melakukan komunikasi intensif dengan wilayah penyangga untuk mempercepat konektivitas antarwilayah.
“Komunikasi diharapkan bisa mempercepat konektivitas antarwilayah, sehingga tidak terjadi kemacetan total yang ada di Jakarta,” ujar Tuhiyat.
Proyek MRT fase empat rencananya digarap dengan skema kerja sama badan usaha dengan pemerintah (KPBU), dan tidak lagi dilakukan dengan pembiayaan dari Jepang, yakni JICA, seperti yang selama ini diterapkan pada proyek MRT Jakarta.
Selain tersambung dengan MRT Fase satu, pada rute Lebak Bulus-Bundaran HI juga terdapat transportasi publik lainnya, seperti lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek, kereta rel listrik (KRL) dan Transjakarta.
MRT Fatmawati-TMII direncanakan akan melintasi 10 stasiun, yakni Fatmawati, Antasari, Ampera, Warung Jati, Tanjung Barat, Ranco, Jalan Raya Bogor, Tanah Merdeka, Kampung Rambutan dan TMII.

