Intime – Nama Dr. H. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha disebut semakin kuat dalam bursa calon Jaksa Agung Republik Indonesia. Ia digadang-gadang menjadi salah satu figur yang berpeluang menggantikan ST Burhanuddin.
Isu pergantian Jaksa Agung bahkan dikaitkan dengan kemungkinan pelantikan pada Oktober 2026. Meski begitu, belum ada pengumuman resmi dari Presiden Prabowo Subianto ataupun Kejaksaan Agung mengenai kabar tersebut.
Tjokorda bukan nama baru di lingkungan Korps Adhyaksa. Ia memulai karier di Kejaksaan pada 1989 dan memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang penegakan hukum.
Selama bertugas, Tjokorda pernah ditempatkan di sejumlah bidang strategis, mulai dari tindak pidana khusus, intelijen, hingga Perdata dan Tata Usaha Negara.
Ia juga pernah ditugaskan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada masa awal lembaga tersebut berdiri.
Rekam jejak itu membuat nama Tjokorda kembali diperbincangkan ketika bursa calon Jaksa Agung menghangat sepanjang 2026. Sejumlah pemberitaan menyebutnya sebagai salah satu kandidat yang memiliki peluang untuk menduduki posisi tersebut.
Namun, sampai saat ini belum ada kepastian bahwa Tjokorda telah dipilih sebagai Jaksa Agung berikutnya. Informasi mengenai dirinya masih sebatas bursa kandidat dan pembicaraan publik.
Begitu juga dengan kabar pelantikan pada Oktober 2026. Isu tersebut belum bisa disebut sebagai keputusan pemerintah karena belum dikonfirmasi secara resmi oleh Presiden maupun Kejaksaan Agung.
Pergantian Jaksa Agung nantinya akan menjadi perhatian karena Kejaksaan menghadapi tuntutan untuk memperkuat penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berintegritas.
Presiden Prabowo akan menjadi pihak yang menentukan figur untuk memimpin Korps Adhyaksa apabila pergantian dilakukan.
Dengan demikian, nama Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha saat ini memang menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa calon Jaksa Agung. Namun, publik masih harus menunggu keputusan dan pengumuman resmi pemerintah.

