Intime – Ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, Asky Rizal Toding, meminta maaf setelah menyenggol sejumlah demonstran di kawasan Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Asky mengaku tindakannya itu dilakukan secara spontan dan tanpa instruksi siapa pun.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Asky pada Rabu (21/10), dua hari setelah insiden yang terjadi pada Senin (19/10) sekitar pukul 18.00 WITA.
“Saya Asky Rizal Toding yang saat ini bertugas sebagai ajudan bapak Gubernur Kalimantan Timur secara tulus menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan mahasiswa dan warga masyarakat atas sikap arogansi saya,” kata Asky.
Asky mengakui perbuatannya merupakan kesalahan dan tidak memiliki pembenaran. Dia juga menyadari tindakannya telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi mahasiswa dan masyarakat.
“Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan, serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya,” ujarnya.
Dia menegaskan tidak ada pihak yang memerintahkannya melakukan tindakan tersebut. Asky pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Saya melakukan tindakan tersebut secara spontan dan tanpa ada instruksi dari siapa pun, sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya atas semua tindakan saya yang terlalu berlebihan dan berjanji tidak akan mengulangi kembali,” katanya.
Sebelumnya, Pemprov Kaltim membeberkan awal mula insiden tersebut. Kejadian bermula saat Rudy Mas’ud hendak menunaikan salat Magrib di Masjid Nurul Mukminin, kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.
Saat itu, massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berada di kawasan tersebut setelah menggelar demonstrasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tim Ahli Gubernur Kaltim Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Sudarno, mengatakan massa sudah berunjuk rasa sejak sore. Namun, mereka belum sempat menemui Rudy lantaran padatnya agenda gubernur.
Massa kemudian berada di sekitar masjid yang menjadi titik kumpul sekaligus lokasi pembubaran aksi.
“Pada saat Pak Gubernur masuk, sebenarnya sudah dihadang sama teman-teman itu. Walaupun ada celetukan-celetukan kecil,” ujar Sudarno.

