DPR Kecam Promosi Miras Gunakan Hafalan Al-Quran: Agama Jangan Dijadikan Gimik Pemasaran

Intime – Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania mengecam keras aksi promosi minuman beralkohol yang diduga menggunakan hafalan ayat suci Al-Quran sebagai syarat mendapatkan produk Newport dalam sebuah festival musik di Jakarta.

Dini menilai kreativitas dalam penyelenggaraan festival musik tetap harus menghormati nilai agama dan norma yang berlaku di masyarakat. Menurutnya, menjadikan ayat suci sebagai bagian dari promosi minuman beralkohol bukanlah bentuk kreativitas, melainkan tindakan yang tidak pantas dan berpotensi melukai perasaan umat Islam.

“Yang dipertontonkan adalah hafalan Al-Quran dengan imbalan minuman beralkohol. Ini sangat tidak pantas dan melukai perasaan umat Islam,” kata Dini di Jakarta, Rabu (12/8).

Dia menegaskan, kesucian agama tidak boleh dijadikan gimik pemasaran untuk menarik perhatian atau mempromosikan sebuah produk. Karena itu, Dini meminta penyelenggara festival maupun seluruh brand yang terlibat memperketat pengawasan terhadap aktivitas promosi selama acara berlangsung.

Menurutnya, permintaan maaf dari pihak terkait patut dihargai. Namun, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan permintaan maaf setelah video kejadian viral di media sosial.

“Jangan sampai setelah viral dan masyarakat marah, baru kemudian menyadari ada yang salah,” ujarnya.

Sebelumnya, video yang beredar di media sosial memperlihatkan stan minuman beralkohol Newport dengan suara seseorang yang diduga membaca ayat suci Al-Quran menggunakan pengeras suara. Aksi tersebut diduga menjadi bagian dari promosi produk dalam sebuah festival musik di Jakarta.

Pihak pembawa acara di stan tersebut maupun penyelenggara festival telah menyampaikan permintaan maaf dan berkomitmen melakukan evaluasi atas kejadian tersebut.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini