intime – Seorang anggota Kepolisian di Bogor, Aditya Pratama, akhirnya meminta maaf kepada komika Mega Salsabillah atas komentar dan pesan yang disampaikan melalui media sosial.
Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah Mega mengungkap dugaan penghinaan, perundungan, hingga fitnah yang dialaminya dari sejumlah akun.
Aditya menyampaikan permohonan maaf melalui surat pernyataan bermaterai Rp 10.000 yang dibuat di Tangerang pada 24 Oktober 2026.
“Dengan ini saya meminta maaf kepada saudari Mega Salsabila atas komentar dan pesan saya di media sosial yang berpotensi merugikan kehormatan dan nama baik beliau,” tulis Aditya dalam surat tersebut.
Aditya juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kepada siapa pun. Ia menyatakan akan lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial sebagai anggota Polri.
“Saya berjanji tidak mengulangi perbuatan saya kepada siapa pun serta berkomitmen untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial sebagai anggota Polri,” lanjutnya.
Sebelumnya, Mega mengaku merasa dirugikan secara harkat dan martabat akibat komentar yang dilontarkan sebuah akun media sosial. Ia mengatakan, setiap kali mengunggah konten mengenai oknum kepolisian, sejumlah akun kosong muncul dan menyerangnya.
Menurut Mega, komentar tersebut tidak hanya berisi hinaan dan perundungan, tetapi juga ujaran kebencian, fitnah, serta tuduhan tanpa dasar.
“Jadi setiap gua ngupload konten tentang oknum (Polisi -red) selalu ada akun-akun kosong yang menghina gua, membully gua, bahkan dia udah membuat ujaran kebencian, memfitnah sampai bikin tuduhan tanpa dasar,” ucap Mega beberapa waktu lalu.
Mega kemudian menelusuri identitas pemilik akun yang menyerangnya. Ia mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa pengelola akun tersebut merupakan anggota kepolisian.
Mega menyebut terdapat dua anggota Polri yang diduga terlibat. Aditya Pratama, anggota polisi di Bogor, disebut telah menunjukkan iktikad baik dengan mendatangi Mega dan meminta maaf secara langsung.
Sementara itu, Mega menyebut anggota polisi di Bontang, Kalimantan Timur, bernama Andik Kurniawan belum menunjukkan iktikad baik.
Mega mengklaim Andik memblokir nomor WhatsApp dan media sosialnya. Ia juga menyebut akun media sosial serta Google Bisnis bengkel las Algib 165 Bontang telah dihapus.
“Tinggal Andik Kurniawan whoy. Anggota Polres Bontang. Whatsapp gua lu blokir?” ucap Mega.

