Intime – Gedung Putih menyatakan pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) dan Presiden China, Xi Jinping, berlangsung positif dan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis.
Dikutip dari Reuters, Kamis (14/5), salah satu poin penting yang disepakati adalah menjaga Selat Hormuz tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi perhatian serius China. Ia meyakini Beijing akan menggunakan pengaruhnya agar jalur pelayaran vital dunia itu tetap beroperasi.
“Saya pikir mereka akan melakukan apa yang mereka bisa agar Selat Hormuz dibuka kembali,” kata Bessent, dikutip dari CNBC.
Menurutnya, China memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas jalur energi global dan diyakini bakal menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang dekat dengan kepemimpinan Iran.
“China tentu menaruh perhatian agar Selat Hormuz bisa dibuka kembali. Saya pikir mereka akan bekerja sama dengan pihak-pihak yang terkait dengan pemimpin Iran,” ujarnya.

