Bakom RI Siap Jadi Jembatan Suara Rakyat dengan Pemerintah

Intime – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan siap menjadikan Bakom RI sebagai jembatan yang menghubungkan aspirasi masyarakat agar dapat didengar langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Syahganda mengatakan bahwa hal tersebut merupakan amanat yang diberikan secara langsung oleh Prabowo beberapa hari yang lalu.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan bahwa Prabowo meminta Bakom RI untuk menjelaskan program-program pemerintah dan manfaatnya hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Namun, di saat bersamaan, Prabowo juga meminta Bakom RI untuk menyampaikan suara rakyat dari lapisan paling bawah kepada Presiden secara langsung.

“Bapak Presiden mengarahkan (agar) pikiran orang-orang yang paling bawah, dan apa yang terjadi paling bawah, harus sampai terdengar beliau. Ini yang di kita (Bakom), jadi bagaimana di kita (Bakom) ini mendengarkan suara rakyat,” jelas Syahganda dalam serah terima memori jabatan Kepala Bakom RI, Selasa (6/10).

Sebagai Kepala Bakom RI yang baru, ia berkomitmen menjalankan amanat tersebut dengan baik dengan mengoptimalkan hasil kerja yang telah dicapai Kepala Bakom RI sebelumnya, Muhammad Qodari. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan jejaring hubungan masyarakat lintas kementerian dan lembaga yang telah dijalin sebagai sarana untuk menjelaskan program pemerintah dan meneruskan aspirasi masyarakat.

Selain itu, ia juga berkomitmen membangun hubungan baik dengan insan media agar amanat tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.

“Teman-teman media, saya dan Pak Wakil Kepala Bakom RI akan menjadi sahabat setia di pagi, siang, sore, dan malam dengan teman-teman media, baik media mainstream maupun new media. Tolong jangan segan-segan bertanya,” ujarnya.

Senada, Wakil Kepala Bakom RI Fadli Tri Hartono mengatakan bahwa Bakom RI akan menjadi orkestrator komunikasi pemerintah yang lebih adaptif dan proaktif sehingga dapat menjangkau masyarakat seluas-luasnya.

Dalam hal ini, Syahganda dan dirinya berkomitmen membangun komunikasi pemerintah yang jauh lebih mudah dipahami masyarakat sembari mengikuti pola komunikasi yang saat ini tengah berkembang di masyarakat.

Di saat yang sama, Bakom RI, disebutnya, juga akan aktif mendengarkan masukan, usulan, hingga kritik dan meneruskannya kepada jajaran terkait.

“Kita juga diminta oleh Bapak Presiden untuk aktif mendengarkan masukan, usulan, keluhan, bahkan kritik yang disampaikan masyarakat, untuk nanti kita teruskan kepada jajaran kementerian dan lembaga terkait, bahkan nanti kita sampaikan ke Bapak Presiden,” kata Fadli.

Fadli juga menekankan pentingnya komunikasi yang berimbang antara pemerintah, media, dan masyarakat untuk menyampaikan gagasan, ide, dan program kerja pemerintah kepada masyarakat seluas-luasnya.

“Kami berharap ke depannya kita sebagai badan komunikasi pemerintah bersama media dan juga masyarakat dapat membuat komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, dialogis dan berkesinambungan,” imbuhnya.

Sementara itu, Qodari menyampaikan optimismenya terhadap kepemimpinan Syahganda dan Fadli untuk meneruskan peran Bakom sebagai corong komunikasi pemerintah.

Di bawah kepemimpinan Qodari sejak 28 April 2026 hingga 2 Oktober 2026, Bakom RI berupaya menghadirkan penjelasan pemerintah secara rutin dan terbuka melalui konferensi pers PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) yang menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian/lembaga setiap Rabu, serta rilis video Perspektif Kepala Bakom yang menanggapi isu-isu terkini setiap Senin.

Bakom RI juga terus mengawal komunikasi pemerintah agar berorientasi pada masyarakat, terutama dalam situasi krisis. Salah satunya adalah memastikan komunikasi publik tetap mengedepankan rasa empati ketika momen HUT Kemerdekaan ke-81 RI jatuh bersamaan dengan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bakom RI juga bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait untuk menggelar konferensi pers dan menyediakan media center dalam menanggapi isu-isu kebencanaan, termasuk kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah.

“Saya mengajak Bapak dan Ibu memberikan dukungan penuh kepada kepimpinan (Bakom) yang baru. Teruskan bekerja dengan sungguh-sungguh, sampaikan gagasan dengan terbuka, dan jaga kebersamaan yang telah kita bangun,” kata Qodari.

“Terima kasih atas semua pemberitaan, pertanyaan, dan kritik yang membantu kami memberitakan penjelasan dengan lebih baik,” imbuhnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini