Intime – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia untuk mewaspadai potensi cuaca buruk. Hujan lebat, ancaman gelombang tinggi, hingga banjir rob diproyeksikan dapat menerjang sejumlah kawasan pada Rabu (28/10).
Prakirawan BMKG, Zen Putri, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer ekstrem tersebut dipicu oleh sirkulasi siklonik yang terpantau di perairan utara Aceh serta Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat Daya. Sistem ini memicu pembentukan daerah perlambatan dan percepatan angin di wilayah sekitarnya.
“Kondisi ini dapat mendukung pertumbuhan awan hujan sehingga meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah-wilayah sekitarnya,” kata Zen Putri dalam siaran pers di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.
Selain sektor darat, BMKG mengingatkan jalur penerbangan agar mewaspadai pertumbuhan awan kumulonimbus. Area risiko ini meliputi Selat Malaka, Laut Natuna Utara, perairan Sumatra, Laut Jawa barat, Kalimantan, hingga wilayah Papua dan sekitarnya.
Secara rinci, BMKG memprakirakan potensi hujan petir terjadi di Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Bandung, dan Banjarmasin. Wilayah Semarang serta Yogyakarta berpotensi diguyur hujan sedang. Sementara itu, hujan ringan berpeluang melanda Serang, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palangka Raya, Tanjung Selor, hingga Mamuju.
Untuk wilayah Sulawesi dan Kepulauan Maluku, kondisi udara dilaporkan bervariasi dari berawan tebal di Makassar, Manado, dan Ternate, hingga fenomena udara kabur atau asap di Palu, Gorontalo, dan Kendari.
Tidak hanya cuaca di darat, BMKG turut mengeluarkan peringatan gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Nelayan dan pelayaran antarisland diimbau meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melaut.
Masyarakat pesisir juga diminta bersiap menghadapi ancaman banjir rob. Peringatan dini pasang air laut ini mencakup wilayah pesisir Sumatra Utara, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, hingga Maluku.
BMKG mengimbau publik untuk memantau pembaruan cuaca berkala agar dapat meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.

