Intime – Dukungan terhadap Bupati Pati nonaktif Sudewo kembali ditunjukkan kelompok Aksi Pati Bangkit (APB). Bertepatan dengan momentum bulan kemerdekaan, para pendukung Sudewo menggelar aksi bernuansa Merah Putih di Jalan Suratmo, Kecamatan Semarang Barat, Rabu (12/8).
Mengenakan atribut merah putih, membawa bendera kecil hingga menempelkan stiker bendera di pipi, massa APB menyambut kedatangan Sudewo yang tiba menggunakan mobil tahanan untuk menjalani sidang perkara dugaan pemerasan dalam pengisian perangkat desa.
Sekitar pukul 08.45, massa yang berada di balik pagar pengamanan kepolisian mengibarkan bendera sambil meneriakkan dukungan. “Semangat Pak Dewo!” dan “Pasti bebas Pak Sudewo! Merdeka!” terdengar saat Sudewo memasuki gedung Pengadilan Tipikor Semarang.
Usai Sudewo masuk ruang sidang, massa melanjutkan kegiatan dengan suasana layaknya perayaan kemerdekaan. Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya, Berkibarlah Benderaku, dan Hari Merdeka. Sejumlah pendukung kemudian membacakan puisi dan pantun bertema perjuangan.
Koordinator APB, Ndanwiwik, mengatakan aksi tersebut sengaja dikemas dengan nuansa kemerdekaan untuk memberikan semangat kepada Sudewo yang tengah menjalani agenda pembuktian. Menurutnya, pengawalan terhadap persidangan ini merupakan kali ke-16 dilakukan APB.
“Memang kami mengkhususkan pengawalan sidang yang hari ini kita bernuansakan perayaan Agustusan untuk bangsa dan negara kita,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah perlombaan khas 17 Agustus sebenarnya telah disiapkan, seperti makan kerupuk, memasukkan pensil ke botol, dan lomba sendok kelereng. Namun, kegiatan tersebut ditunda karena bertepatan dengan agenda persidangan.
“Nanti di kesempatan lain misalnya ada tetap kita laksanakan,” tuturnya.
Menurut Ndanwiwik, puisi dan pantun yang dibawakan massa mengangkat tema “Hong Wilahing” sebagai simbol doa dan harapan bagi Sudewo.
Ia menegaskan, para pendukung menilai Sudewo tengah menghadapi proses hukum yang tidak adil. Karena itu, momentum kemerdekaan juga dijadikan simbol harapan agar Sudewo memperoleh kebebasan.
“Kita sudah merdeka, mestinya juga merdeka juga untuk Bapak Sudewo,” tegasnya.

