Danantara Masuk GoTo, Rosan: Fokus Kami Bukan Saham, Tapi Kesejahteraan Ojol

Intime – Langkah pemerintah masuk ke perusahaan teknologi kian nyata. CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa lembaganya telah menjadi investor di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dengan misi yang tak biasa: mengerek kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol).

Investasi ini disebut bukan sekadar urusan bisnis atau kepemilikan saham. Rosan menegaskan, arah kebijakan justru difokuskan pada perbaikan nasib mitra pengemudi yang selama ini menjadi tulang punggung ekosistem.

“Yang penting itu kesejahteraan ojol akses BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/5).

Ia mengungkapkan, proses investasi telah berjalan bertahap sejak awal 2026. Kehadiran Danantara di dalam tubuh GoTo diharapkan mampu mendorong perubahan konkret, termasuk peningkatan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi.

Tak hanya itu, Rosan juga menyoroti perubahan pendekatan bisnis di sektor transportasi digital. Ia menyebut praktik lama berupa burning cash kini mulai ditinggalkan.

“Dulu ratusan juta dolar habis untuk marketing. Sekarang lebih baik dipakai untuk kepentingan ojol,” tegasnya.

Perubahan arah ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang ingin model bisnis platform digital lebih berkelanjutan dan berkeadilan. Salah satu langkah nyata adalah pemangkasan komisi aplikator dari 20% menjadi 8 persen.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya memperbaiki pembagian pendapatan sekaligus memberikan perlindungan lebih layak bagi pengemudi yang setiap hari menghadapi risiko di jalan.

Meski belum merinci total kepemilikan saham di GoTo, Rosan memastikan satu hal: investasi ini bukan sekadar mencari untung, melainkan mendorong perubahan sistem agar lebih berpihak pada mitra.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img