Diduga Akibat Bumbu Kacang untuk Sate, 481 Siswa di Bogor Keracunan Makan Bergizi Gratis

Intime – Sebanyak 481 siswa dari tiga sekolah menengah pertama di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Haidir, menyebut dugaan awal mengarah pada bahan bumbu kacang.

“Berdasarkan investigasi awal, dugaan sementara mengarah pada penggunaan bumbu kacang yang telah diolah oleh pihak ketiga sebelum digunakan oleh SPPG Dramaga 4,” ujar Haidir dalam keterangannya, Rabu (28/10).

Haidir mengonfirmasi bahwa bumbu kacang tersebut diolah untuk pelengkap menu sate. Praktik penggunaan bahan dari pihak ketiga ini dinilai melanggar prosedur operasional standar (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Atas pelanggaran prosedur tersebut, BGN mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh operasional SPPG Dramaga 4 hingga batas waktu yang belum ditentukan. SPPG terkait juga terancam menerima sanksi berat atas kelalaian prosedur tersebut.

“Badan Gizi Nasional juga menyatakan akan memberikan sanksi tegas kepada SPPG yang terbukti menjalankan operasional tidak sesuai dengan standar operasional prosedur,” tegas Haidir.

Imbas peristiwa tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah cepat dengan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi seluruh siswa di SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 3 Dramaga.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa penerapan PJJ bertujuan untuk memulihkan kondisi psikologis siswa agar tetap dapat mengikuti proses belajar dengan baik pascainsiden.

“Kita koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, maka dua hari ke depan akan diberlakukan pendidikan jarak jauh,” ujar Rudy saat meninjau para siswa di Puskesmas Cangkurawok.

Rudy mengungkapkan bahwa konsumsi makanan diduga terjadi pada Senin (26/10/2026). Namun, gejala mual dan pusing baru dirasakan secara masif oleh para siswa pada Senin malam hingga Selasa pagi.

Pemkab Bogor terus melakukan pengawasan ketat serta pengujian sampel makanan di laboratorium untuk memastikan penyebab utama keracunan massal tersebut.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini