Intime – Politikus keturunan Tionghoa-Indonesia, Alvin Tedjo, resmi terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada. Alvin memenangi kontestasi sengit pada Senin (26/10) usai mengalahkan dua kandidat kuat, mantan Wali Kota Bonnie Crombie dan wali kota petahana Carolyn Parrish.
Keluarga Alvin berimigrasi dari Indonesia ke Mississauga saat ia masih berusia empat tahun. Tinggal tepat di seberang Balai Kota Mississauga, Alvin tumbuh mengamati dinamika kehidupan sosial para imigran.
Kepedulian politiknya menguat sejak SMA saat terpilih sebagai ketua organisasi siswa dan mendapat arahan langsung dari mantan Wali Kota Hazel McCallion.
“Saya melihat banyak tantangan dan kesulitan yang dihadapi para imigran. Kedua orang tua saya mengajarkan, jika melihat sesuatu yang salah, lakukan sesuatu untuk memperbaikinya,” ungkap Alvin.
Karir Alvin di panggung politik tidak diraih secara instan. Ia sempat gagal pada Pemilu Parlemen Ontario 2018 dan pemilihan ketua Partai Liberal Ontario 2019.
Pada Pilwalkot Mississauga 2024, ia juga sempat menempati posisi kedua. Pengalaman birokrasinya teruji saat bekerja di Kementerian Perguruan Tinggi Ontario, Sheridan College, dan Toronto Metropolitan University sebelum akhirnya terpilih menjadi anggota Dewan Kota Mississauga pada 2022.
Pencalonannya sebagai wali kota sempat dipandang sebelah mata oleh kubu lawan. Crombie dan Parrish menilai latar belakang Alvin di dewan kota yang baru berjalan satu periode belum cukup kuat untuk memimpin kota sebesar Mississauga.
Menjawab tudingan minim pengalaman, Alvin menggarisbawahi fleksibilitas dan visi kepemimpinan modern di usia 43 tahun.
“Lihat saja apa yang bisa kami lakukan. Banyak pemimpin hebat yang berhasil menjalankan jabatan seperti ini,” cetus Alvin meyakinkan para pemilih.
Keputusan Alvin maju dalam Pilwalkot ini tergolong nekat lantaran ia rela melepas jabatannya sebagai anggota dewan kota. Pada pertengahan Agustus, hasil survei elektabilitas lembaga Liaison bahkan menaruh Alvin di posisi keempat dengan angka dukungan hanya 9 persen.
Namun, peta politik berbalik cepat pada rentang September hingga awal Oktober. Dukungan bersejarah dari serikat pekerja kepolisian Peel serta gaya komunikasi politiknya yang tenang dalam debat kandidat menjadi pendorong utama meroketnya popularitas Alvin.
Elektabilitas Alvin yang terus memanjat tajam akhirnya memuncak pada hari pemungutan suara Senin lalu. Alvin Tedjo resmi dinyatakan keluar sebagai pemenang Pilwalkot Mississauga, menandai babak baru kepemimpinan kota tersebut di tangan politikus muda keturunan Indonesia.

