Intime – Arrmanatha Christiawan Nasir resmi menjadi Menteri Luar Negeri (Menlu) menggantikan Sugiono. Pria yang akrab disapa Tata itu dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).
Sebelum menjadi Menlu, Tata menjabat Wakil Menteri Luar Negeri. Ia merupakan diplomat karier yang bergabung dengan Kementerian Luar Negeri pada 1997.
Tata juga telah melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan data LHKPN yang ditinjau Kamis (1/10), laporan terakhir disampaikan pada Desember 2025.
“Total harta kekayaan: Rp 16.269.281.934,” demikian tercantum dalam data LHKPN KPK.
Harta Tata terdiri atas berbagai aset. Nilai tanah dan bangunan yang dilaporkannya mencapai Rp11.799.524.000.
Aset tersebut antara lain berupa beberapa bidang tanah dan bangunan di Kabupaten/Kota Bogor.
Tata juga melaporkan kendaraan senilai Rp1.786.450.000. Rinciannya Honda Scoopy tahun 2014 senilai Rp5 juta dan Land Rover Defender tahun 2015 senilai Rp1.781.450.000.
Selain itu, Tata memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp166 juta dan surat berharga sekitar Rp2,03 miliar. Ia juga melaporkan kepemilikan kas dan setara kas.
Di luar urusan harta, Tata memiliki pengalaman panjang sebagai diplomat. Ia pernah bertugas di Perutusan Tetap RI untuk PBB di Jenewa dan New York. Ia juga pernah menangani isu ekonomi dan pembangunan di forum PBB.
Nama Tata semakin dikenal publik ketika menjadi juru bicara Kemlu selama sekitar lima tahun pada era Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan UNESCO pada 2019-2021. Setelah itu, ia menjadi Wakil Tetap RI untuk PBB di New York sejak 2021.
Pada Oktober 2024, Tata ditunjuk Prabowo sebagai Wakil Menteri Luar Negeri mendampingi Sugiono.
Kini, dalam reshuffle kabinet, posisi keduanya bertukar. Sugiono dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, sedangkan Tata naik menjadi Menteri Luar Negeri.

