Gerindra soal ‘Menteri Tidak Sanggup, Silakan Minggir’, Penegasan Loyalitas dan Standar Kinerja

Intime – Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai pesan Presiden Prabowo Subianto agar menteri yang tidak sanggup bekerja memilih keluar dari kabinet merupakan penegasan terhadap standar kinerja para pembantunya.

Bahtra mengatakan jabatan menteri bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Pesan Presiden Prabowo harus dipahami sebagai penegasan bahwa jabatan menteri adalah amanah dan tanggung jawab bukan sekadar posisi,” ujar Bahtra kepada wartawan, Kamis (27/8).

Menurut dia, Prabowo menginginkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih bekerja secara maksimal, disiplin, dan memiliki empati terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menilai pengulangan pesan tersebut menunjukkan keseriusan Prabowo dalam membangun kabinet yang bekerja cepat, responsif, serta berorientasi pada hasil.

“Pengulangan pesan tersebut menunjukkan keseriusan Presiden membangun kabinet yang bekerja, responsif, dan berorientasi pada hasil,” katanya.

Bahtra yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI menyebut sejumlah program prioritas pemerintah membutuhkan kerja ekstra dari para menteri. Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan dan energi, hilirisasi, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, pemerintah dinilai perlu memperkuat ekonomi rakyat agar berbagai kebijakan yang telah dirancang tidak berhenti pada tataran program, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

“Karena itu kalimat ‘Kalau tidak sanggup, silakan minggir’ merupakan penegasan standar kinerja dan loyalitas,” ujar Bahtra.

Ia menambahkan, Prabowo membutuhkan menteri yang mampu menerjemahkan visi pemerintahan menjadi kebijakan dan hasil nyata.

“Presiden membutuhkan pembantu yang siap bekerja maksimal dan mampu menerjemahkan visi pemerintahan menjadi hasil nyata. Bagi Gerindra jabatan bukan fasilitas, melainkan mandat untuk bekerja dan memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya bagi rakyat,” tutur dia.

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan pesan tersebut saat groundbreaking pembangunan PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8). Acara itu bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi.

Prabowo mengatakan Kabinet Merah Putih bekerja hampir tanpa mengenal hari libur. Menurut dia, kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari tugas pengabdian kepada rakyat.

“Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah,” kata Prabowo.

“Dan itu risiko, risiko pengabdian. Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara,” lanjutnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini