IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Investor Pilih Wait and See Hadapi Sentimen Global

Intime – Sentimen negatif masih membayangi pasar keuangan domestik pada awal pekan. Setelah nilai tukar rupiah dibuka melemah 9 poin atau 0,05 persen ke level Rp17.972 per dolar AS, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengawali perdagangan Senin (27/7) di zona merah.

IHSG dibuka turun 10,63 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.185,80. Pelemahan juga terjadi pada kelompok saham unggulan yang tercermin dari Indeks LQ45 yang terkoreksi 2,07 poin atau 0,34 persen ke level 612,72.

Pergerakan serempak antara rupiah dan IHSG mengindikasikan pelaku pasar masih mengadopsi sikap wait and see di tengah ketidakpastian global. Penguatan dolar AS, ekspektasi kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), serta dinamika geopolitik masih menjadi faktor utama yang mendorong investor mengurangi aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski pelemahannya relatif terbatas, tekanan pada nilai tukar rupiah turut memengaruhi sentimen di pasar saham karena berpotensi meningkatkan biaya impor, menekan emiten yang memiliki utang dalam mata uang asing, serta memicu arus keluar modal asing (capital outflow).

Ke depan, arah pergerakan IHSG dan rupiah diperkirakan masih bergantung pada perkembangan sentimen eksternal, di samping respons kebijakan Bank Indonesia dan stabilitas fundamental ekonomi domestik. Apabila tekanan global mulai mereda dan aliran modal asing kembali masuk, peluang pemulihan pasar keuangan domestik akan semakin terbuka.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini