Intime – Pengamat intelijen Universitas Indonesia (UI) Stanislaus Riyanta meminta pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), bersikap tenang dan profesional dalam menyikapi operasi militer Amerika Serikat (AS) di Caracas, Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Menurutnya, stabilitas hubungan internasional dan situasi politik dalam negeri harus tetap dijaga di tengah dinamika geopolitik global yang memanas.
“Saya kira tetap tenang dan menjaga iklim politik serta hubungan internasional tetap profesional. Peran Kemenlu penting untuk terus melakukan pembaruan situasi dan menjalin hubungan dengan negara lain agar tetap stabil. Situasi dalam negeri juga perlu dijaga agar tidak terpengaruh,” kata Stanislaus kepada awak media di Jakarta, Senin (5/1).
Ia menilai, langkah diplomasi yang terukur dan berbasis informasi mutakhir sangat dibutuhkan agar Indonesia tidak terjebak dalam eskalasi politik global. Menurutnya, pemerintah perlu memantau secara intensif perkembangan di Venezuela serta respons negara-negara besar lainnya.
Stanislaus tidak menampik bahwa operasi militer AS di Venezuela berpotensi berdampak pada perekonomian global, terutama sektor energi. Venezuela sebagai salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia memiliki pengaruh signifikan terhadap harga minyak internasional.
“Secara langsung situasi tersebut bisa mengoreksi harga minyak dunia, dan dampaknya bisa ke Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fluktuasi harga minyak berisiko memengaruhi stabilitas fiskal nasional, termasuk beban subsidi energi dan biaya impor bahan bakar. Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan atau volatilitas harga minyak akibat ketegangan geopolitik.
Selain dampak ekonomi, Stanislaus juga mengingatkan potensi implikasi keamanan. Menurutnya, operasi militer AS tersebut dapat menjadi pemicu bagi kelompok-kelompok yang memiliki sentimen negatif terhadap Amerika Serikat.
“Meski secara langsung dampaknya belum terasa di Indonesia, pemerintah harus tetap waspada dan menyiapkan berbagai skenario,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor, mulai dari skenario ekonomi, politik, hingga keamanan nasional. Dengan langkah antisipatif dan koordinasi antarlembaga, Stanislaus berharap Indonesia dapat menjaga stabilitas nasional sekaligus tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif di tengah situasi global yang tidak menentu.

