Intime – Presiden Prabowo Subianto resmi menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Pemerintah memastikan proses pemberhentian akan segera diproses sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden tidak hanya menerima pengunduran diri tersebut, tetapi juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Perry Warjiyo selama memimpin bank sentral sekitar tujuh tahun terakhir.
“Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo,” kata Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor BI, Jakarta, Senin (27/7).
Menurut Prasetyo, pemerintah memberikan penghargaan atas dedikasi Perry dalam menjaga stabilitas ekonomi dan menjalankan tugas sebagai Gubernur BI selama masa kepemimpinannya.
“Tentu disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih tujuh tahun lamanya memimpin Bank Indonesia,” ujarnya.
Usai pengunduran diri diterima, pemerintah akan menindaklanjuti seluruh proses administratif, termasuk menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) sebagai dasar pemberhentian Perry Warjiyo secara hormat dari jabatannya sebagai Gubernur BI.
“Secara administratif hari ini akan kami tindaklanjuti berkenaan dengan surat pengunduran diri tersebut karena sesuai mekanisme, akan diterbitkan keputusan presiden berkaitan dengan pemberhentian beliau secara hormat dari jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia,” tutur Prasetyo.
Sebagaimana diketahui, Perry Warjiyo menjabat sejak Mei 2018. Ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo dan telah kembali dipercaya untuk memimpin Bank Indonesia pada periode kedua, yakni 2023–2028, setelah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Sebelum menjadi Gubernur BI, Perry Warjiyo meniti karier selama lebih dari tiga dekade di Bank Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, serta Executive Director mewakili Asia Tenggara di International Monetary Fund (IMF).
Sebagai Gubernur BI, Perry Warjiyo berfokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ia juga mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran nasional melalui implementasi QRIS, BI-FAST, dan pengembangan ekosistem ekonomi serta keuangan digital di Indonesia.

