Rupiah Kembali Tertekan, Pasar Masih Cermati Sentimen Global dan Arah Kebijakan The Fed

Intime – Nilai tukar rupiah kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Senin (27/7). Mata uang Garuda melemah 9 poin atau 0,05 persen ke level Rp17.972 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.963 per dolar AS.

Pelemahan tipis tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di tengah sikap pelaku pasar yang cenderung berhati-hati menghadapi sejumlah sentimen global. Pergerakan dolar AS yang tetap kuat, ekspektasi arah suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), serta perkembangan geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi aliran modal ke pasar negara berkembang.

Meski pelemahannya relatif terbatas, posisi rupiah yang masih bertahan di kisaran Rp17.900 per dolar AS mencerminkan tingginya tekanan eksternal terhadap pasar keuangan domestik. Investor juga menanti rilis sejumlah data ekonomi global yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter dan pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek.

Di sisi domestik, stabilitas rupiah diperkirakan tetap bergantung pada bauran kebijakan Bank Indonesia, kondisi inflasi yang terjaga, serta arus masuk modal asing ke pasar keuangan nasional. Namun, selama sentimen global belum mereda, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini