Intime – Polda Metro Jaya mengakui sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya memang sempat menjadi titik rawan begal seperti yang ramai dibicarakan di media sosial. Meski begitu, polisi mengeklaim kondisi kini mulai terkendali setelah dilakukan penindakan intensif.
“Memang ada beberapa kejadian di Bekasi, Tangerang, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Tetapi itu sudah dilakukan penindakan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Sabtu (23/5).
Budi meminta masyarakat tidak terjebak rasa takut berlebihan akibat konten kriminalitas yang viral di media sosial. Menurutnya, aparat terus memperkuat patroli gabungan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan.
“Jangan sampai muncul fear of crime hanya karena konten yang beredar di media sosial,” ujarnya.
Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya, Pemprov DKI Jakarta, hingga jajaran polsek dan koramil disebut telah meningkatkan patroli rutin serta memaksimalkan pengawasan CCTV guna mengurangi titik blind spot kejahatan.
Sementara itu, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengungkapkan sepanjang 1–22 Mei 2026 pihaknya menerima 1.283 laporan kejahatan jalanan. Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) menjadi yang tertinggi dengan 651 laporan.
“Pencurian biasa 396 laporan, curanmor 209 laporan, dan pencurian dengan kekerasan 27 laporan,” ujar Iman.
Dari total laporan tersebut, polisi mengaku telah mengungkap 870 kasus dan menangkap 173 tersangka. Tim Pemburu Begal juga menyita 466 barang bukti, mulai dari motor hasil curian, senjata tajam, hingga delapan pucuk senjata api.
“Kami pastikan seluruh proses hukum berjalan profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

