Jokowi Takut Hadiri Sidang Kasus Ijazah di PN Jakarta Timur

Intime – Pengamat dari ABC Riset & Consulting, Erizal, menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sudah hilang ketertarikan terhadap sidang perkara dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ijazah di PN Jakarta Timur.

Erizal menyoroti absennya Jokowi dari persidangan terdakwa Roy Suryo dan Dokter Tifa. Padahal, persidangan kasus tersebut telah digelar berulang kali.

“Padahal Dokter Tifa dan Roy Suryo ingin sekali Jokowi dan ijazahnya dihadirkan. Tapi Jokowi seperti takut hadir. Menghindar,” cetus Erizal, Rabu (28/10/2026).

Ia menyayangkan komitmen Jokowi yang dinilai berbanding terbalik dibanding awal pengusutan kasus. Sebelum Roy Suryo dan Dokter Tifa berstatus terdakwa, pihak pelapor terkesan siap hadir memberikan pembuktian langsung.

“Tapi saat Dokter Tifa dan Roy Suryo sudah berminggu-minggu duduk sebagai terdakwa, keinginan Jokowi itu hilang ditelan malam,” tegas Erizal.

Merujuk pada penjelasan tim hukum, kuasa hukum Jokowi, Firmanto Laksana, sebelumnya menyampaikan bahwa kliennya siap memberikan keterangan di hadapan majelis hakim hanya jika secara resmi diundang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menanggapi hal itu, Erizal menganggap alur prosedur sidang pencemaran nama baik ini terlampau berbelit. Ia menduga energi Jokowi saat ini sudah teralihkan penuh ke urusan konsolidasi partai politik.

“Segitu rumitnya sidang ijazah ini. Jokowi terlihat memang lebih fokus mengurus PSI,” ujar Erizal menandaskan.

Proses persidangan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik ini dipastikan tetap berlanjut di Pengadilan Negeri Jakarta Timur sesuai agenda pemeriksaan saksi dan pembuktian berkas perkara dari penuntut umum.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini