Karhutla Meluas ke 7 Provinsi, Kemenkes Catat 277.075 Kasus ISPA

Intime – Kementerian Kesehatan terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons kesehatan untuk menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda 7 provinsi serta 63 kabupaten dan kota terdampak.

Langkah percepatan ini dilakukan guna meminimalkan risiko kesehatan masyarakat akibat memburuknya kualitas udara di daerah-daerah tersebut.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menyampaikan tingkat keparahan dampak karhutla terhadap kesehatan dapat terlihat dari tingginya angka kasus yang tercatat hingga pertengahan Oktober.

“Berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026, tercatat 277.075 kasus ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) secara kumulatif, dengan 62.400 kasus di antaranya pada rentang usia 0-5 tahun,” ujar Widyawati.

Ia menambahkan pantauan kualitas udara di lapangan menunjukkan ancaman serius bagi kondisi kesehatan masyarakat.

Sebanyak 37 stasiun pemantau indeks standar pencemar udara menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai, yakni 13 daerah berada pada kategori berbahaya, 11 daerah pada kategori sangat tidak sehat, dan 13 daerah lainnya masuk dalam kategori tidak sehat.

“Merespons situasi ini, pemerintah telah memobilisasi 2.106 tenaga kesehatan dan memperkuat layanan kesehatan, sistem rujukan, serta pemantauan penyakit di wilayah terdampak,” kata Widyawati.

Selain pengerahan personel medis, penanganan di wilayah terdampak juga didukung dengan penyaluran perlengkapan medis dan logistik secara masif.

Widyawati menjelaskan dukungan logistik telah disalurkan ke berbagai titik, meliputi sekitar 3 juta masker, oksigen konsentrator, obat-obatan, hingga alat pelindung diri untuk memastikan penanganan kesehatan berjalan optimal.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini