Intime – Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sudah dua hari tidak menghadiri rapat di DPR. Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan mengatakan Nusron memiliki kegiatan dan penugasan lain yang sudah terjadwal.
“Artinya, beliau memiliki penugasan dan kegiatan yang sudah terjadwal,” kata Ossy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).
Ossy memastikan Nusron tidak sakit. Dia juga mengaku masih berkomunikasi dengan Nusron.
“Masih (berkomunikasi). Ini kan masih arahan beliau semua. Penugasan saya ke sini juga atas arahan beliau,” ujarnya.
Nusron absen dalam rapat Komisi II DPR pada Selasa (15/9) dan Rabu (16/9). Dalam dua rapat tersebut, Ossy hadir mewakili Nusron.
Nusron juga dijadwalkan tidak menghadiri rapat dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR pada Rabu sore. Lagi-lagi Ossy yang ditugaskan mewakili.
“Tidak hadir. Kami ditugaskan. Kami ditugaskan ke sana,” katanya.
Ketidakhadiran Nusron terjadi di tengah penanganan kasus dugaan suap pengurusan HGB lahan Summarecon di Kabupaten Bogor oleh KPK.
KPK telah menetapkan delapan tersangka. Empat di antaranya disebut merupakan orang kepercayaan Nusron, yaitu Arif Sugiyanto, Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry.
Ossy menyebut Nusron tetap memantau perkara tersebut. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti keberadaan Nusron.
“Saya nggak bisa menyampaikan itu karena kan saya juga nggak berdampingan dengan beliau, tapi pastinya ya pasti mengikuti,” ucap Ossy.
KPK sendiri belum menetapkan Nusron sebagai tersangka. Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan penyidik masih mendalami kemungkinan keterkaitan pihak lain dalam perkara tersebut.
Pemanggilan Nusron, menurut KPK, akan bergantung pada kebutuhan penyidikan.
“Ini kegiatan tangkap tangan yang kita hanya punya waktu 1×24 jam untuk kemudian memeriksa seluruh pihak yang diamankan,” kata Taufik.
Dengan demikian, KPK masih melanjutkan pendalaman perkara setelah menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan suap tersebut.

