Prabowo Puji Pramono, LRT Jakarta Jadi Simbol Kerja Melampaui Sekat Politik

Oleh: Achmad Rizki, Wakil Sekretaris KAHMI Jaya

Peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai tidak hanya menandai bertambahnya jaringan transportasi massal di Jakarta. Momentum itu juga menghadirkan apresiasi terbuka dari Presiden Prabowo Subianto kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung atas pembangunan yang dinilai memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Di balik rampungnya pengembangan jalur tersebut, ada kerja panjang yang melibatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama badan usaha milik daerah. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin bersama jajaran Jakpro dan LRT Jakarta ikut mengawal penyelesaian infrastruktur, pengujian teknis, kesiapan sumber daya manusia, pelayanan, fasilitas, hingga pengalaman pengguna sebelum layanan memasuki tahap operasional penuh.

Kehadiran Iwan pada rangkaian peresmian juga merepresentasikan peran BUMD Jakarta dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah daerah menjadi layanan publik. Jakpro tidak hanya bertugas menyelesaikan proyek fisik, tetapi juga memastikan jalur baru dapat dioperasikan dengan aman, terintegrasi, dan siap digunakan masyarakat.

Rabu (16/9) siang, Prabowo dan Pramono berada dalam satu rangkaian kereta yang sama. Dari Kelapa Gading, keduanya menempuh perjalanan menuju Manggarai menggunakan LRT Jakarta.

Dalam perjalanan tersebut, Prabowo juga berinteraksi dengan sejumlah pelajar yang ikut berada di dalam rangkaian. Kereta melaju melewati Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, hingga akhirnya tiba di Manggarai.

Perjalanan itu menjadi gambaran sederhana tentang perubahan yang sedang dibangun Jakarta. Kawasan yang sebelumnya terhubung melalui perjalanan darat kini semakin dekat melalui jaringan angkutan massal.

Setelah tiba di Stasiun LRT Manggarai, Prabowo meresmikan pengoperasian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan pujian terbuka kepada Pramono.

Prabowo menegaskan dirinya tetap memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang menunjukkan kinerja baik, terlepas dari latar belakang partai politik.

“Saya harus akui kalau ada gubernur yang hebat, ya saya akui dia hebat. Wakil Gubernur, walaupun bukan dari partai saya,” kata Prabowo.

Pernyataan itu langsung disambut tawa para tamu undangan.

Prabowo merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, sedangkan Pramono merupakan kader PDI Perjuangan. Namun bagi Presiden, perbedaan politik tidak seharusnya menutupi capaian pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.

Prabowo bahkan berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi pemacu bagi kepala daerah maupun partai politik lain untuk menunjukkan kinerja yang sama.

“Tapi ini harus mendorong partai-partai lain, ya kan? Ya kerja yang benar dong. Terima kasih,” ujar Prabowo.

Pesan itu membuat peresmian LRT Jakarta tidak hanya berbicara tentang infrastruktur. Ada pesan lain yang ikut mengemuka, yakni kerja pemerintahan seharusnya diukur dari hasil dan manfaatnya bagi publik.

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai kini membentang sepanjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Jalur tersebut memperpanjang layanan yang sebelumnya berakhir di Velodrome hingga mencapai Manggarai, salah satu simpul transportasi utama di Jakarta.

Perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai dapat ditempuh sekitar 28 menit. Kehadiran koridor ini membuat warga dari kawasan utara dan timur Jakarta memiliki akses yang lebih cepat menuju pusat pergerakan transportasi di Manggarai.

Nilai investasi pembangunan mencapai sekitar Rp12,1 triliun. Angka itu mencerminkan besarnya pekerjaan untuk membangun sistem transportasi yang tidak hanya mengandalkan rel dan stasiun, tetapi juga integrasi dengan berbagai moda lain.

Manggarai menjadi titik penting dalam skema tersebut. Kawasan ini sudah menjadi pusat pertemuan KRL Commuter Line dan sejumlah layanan kereta lain. Kehadiran LRT menambah pilihan perjalanan sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda.

Di beberapa titik, koneksi dengan Transjakarta juga disiapkan untuk memperluas jangkauan layanan. Di kawasan Kelapa Gading, fasilitas park and ride ikut mendukung warga yang ingin beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Artinya, pembangunan LRT tidak berhenti pada penambahan jalur. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan setiap bagian perjalanan masyarakat saling terhubung, mulai dari titik keberangkatan, perpindahan moda, hingga tujuan akhir.

Delapan Hari dengan Tarif Rp8

Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan kebijakan khusus untuk mengenalkan jalur baru tersebut kepada masyarakat.

Pramono mengumumkan tarif Rp8 selama delapan hari sejak peresmian. Kebijakan itu menjadi bagian dari masa pengenalan agar masyarakat dapat mencoba langsung perjalanan menggunakan LRT koridor Kelapa Gading-Manggarai.

Tarif simbolis tersebut sekaligus menjadi cara untuk mendekatkan proyek transportasi kepada masyarakat. Infrastruktur tidak lagi hanya dilihat sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai layanan yang harus digunakan, diuji, dan dirasakan manfaatnya oleh warga.

Bagi Jakarta, tantangan transportasi memang tidak selesai ketika jalur baru diresmikan. Infrastruktur tersebut harus mampu menarik masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi, mempercepat waktu perjalanan, serta terhubung dengan moda transportasi lain secara mudah.

Karena itu, operasional LRT Kelapa Gading-Manggarai menjadi bagian dari agenda yang lebih besar untuk membangun sistem transportasi publik yang semakin terintegrasi.

Dukungan Pusat untuk Jakarta

Peresmian tersebut juga membuka pembicaraan mengenai masa depan jaringan LRT Jakarta.

Prabowo menyatakan pemerintah pusat berkepentingan membantu pengembangan transportasi di Jakarta. Ia bahkan menyebut Danantara perlu mendukung kelanjutan pembangunan jaringan LRT.

“Saya kira Danantara wajib membantu. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa,” kata Prabowo.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa jalur Kelapa Gading-Manggarai bukan titik akhir.

Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan kelanjutan jaringan dari Manggarai menuju Dukuh Atas. Pengembangan berikutnya akan semakin mendekatkan LRT dengan salah satu pusat integrasi transportasi terbesar di Jakarta.

Dukuh Atas saat ini menjadi titik temu MRT Jakarta, KRL Commuter Line, Transjakarta, kereta bandara, dan LRT Jabodebek. Jika LRT Jakarta nantinya benar-benar tersambung ke kawasan tersebut, konektivitas antarmoda di Jakarta akan semakin luas.

Pemerintah juga memiliki rencana pengembangan jaringan menuju kawasan lain, termasuk JIS dan Halim. Arah tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan LRT Jakarta masih menjadi proyek jangka panjang.

Karena itu, pekerjaan berikutnya tidak semata-mata menambah panjang rel. Jakarta harus memastikan setiap pengembangan baru benar-benar membentuk satu jaringan transportasi publik yang mudah, terjangkau, dan efisien.

Di titik itulah apresiasi Prabowo kepada Pramono mendapat konteks yang lebih utuh.

Pujian Presiden tidak disampaikan dalam ruang kosong. Hari itu, Prabowo baru saja menempuh perjalanan menggunakan infrastruktur yang dibangun dan dikawal pemerintah daerah bersama BUMD Jakarta.

Pramono berada pada posisi pengambil kebijakan. Iwan dan jajaran Jakpro berada pada sisi eksekusi. Pemerintah pusat kemudian memberikan dukungan politik dan kelembagaan agar pembangunan berikutnya dapat berjalan.

Perbedaan warna politik tetap ada. Namun di Stasiun Manggarai siang itu, yang lebih menonjol adalah satu pesan sederhana: kerja pemerintahan pada akhirnya akan dinilai dari hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

Sebuah kereta berangkat dari Kelapa Gading dan berhenti di Manggarai. Di balik perjalanan sekitar setengah jam itu, Jakarta sedang menunjukkan bagaimana pembangunan, kolaborasi, dan integrasi transportasi dapat bergerak dalam jalur yang sama.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini