Ekonomi hingga Hukum Jadi Sorotan, Approval Rating Prabowo Terjun Bebas

Intime – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto merosot tajam dalam sembilan bulan terakhir. Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan penurunan ini dipicu memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.

Dalam survei bertajuk “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden” yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026, tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo tercatat sebesar 51,1 persen, turun drastis dari 81,2 persen pada November 2025. Artinya, terjadi penurunan 30,1 poin persentase dalam kurun waktu sembilan bulan.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan penurunan tersebut mencerminkan meningkatnya kritik masyarakat terhadap kinerja pemerintah di berbagai sektor.

“Penurunan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” kata Deni, dikutip Senin (27/7).

Survei juga menunjukkan lonjakan masyarakat yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja Presiden. Jika pada November 2025 angkanya hanya 16 persen, pada Juli 2026 meningkat menjadi 46,9 persen.

Secara rinci, 4,8 persen responden mengaku sangat puas, 46,3 persen cukup puas, 35 persen kurang puas, dan 11,9 persen menyatakan tidak puas sama sekali. Sementara 2,1 persen responden memilih tidak menjawab atau tidak mengetahui.

Menurut Deni, merosotnya tingkat kepuasan publik menjadi sinyal bahwa masyarakat semakin kritis terhadap kemampuan pemerintah dalam menangani persoalan ekonomi, menjaga stabilitas politik, serta memperbaiki penegakan hukum.

“Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” ujarnya.

Survei SMRC dilakukan pada 5–19 Juli 2026 terhadap 749 responden yang memiliki hak pilih. Responden dipilih menggunakan metode random sampling melalui wawancara tatap muka dan telepon, dengan margin of error ±3,7 persen.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini