spot_img

Ketua DKPP: Tanpa Kehadiran Jurnalis, DKPP Dianggap Tidak Ada

Intime – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menegaskan pentingnya peran media massa dalam menyampaikan hasil kerja lembaga penegak kode etik penyelenggara pemilu kepada masyarakat.

Ketua DKPP, Heddy Lugito, mengatakan eksistensi dan putusan-putusan DKPP tidak akan dikenal luas tanpa dukungan insan pers. Karena itu, ia menyebut jurnalis sebagai “juru bicara” bagi setiap putusan yang dihasilkan DKPP.

“DKPP itu bekerja, akan berarti, didengar, dan diketahui publik karena kehadiran teman-teman semua. Tanpa teman-teman semua, DKPP itu dianggap tidak ada,” ujar Heddy saat menghadiri acara silaturahmi bersama media massa di Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7).

Heddy mengakui DKPP memiliki keterbatasan dalam menyosialisasikan seluruh kebijakan dan putusannya secara mandiri. Oleh sebab itu, sinergi dengan media massa menjadi bagian penting dalam mewujudkan keterbukaan informasi kepada publik.

Dalam kesempatan tersebut, Heddy juga menyampaikan permohonan maaf kepada para jurnalis atas keterbatasan DKPP dalam memberikan konfirmasi maupun klarifikasi terhadap perkara dugaan pelanggaran etik penyelenggara pemilu yang masih dalam proses penanganan.

Menurutnya, terdapat ketentuan kode etik yang harus dijaga sehingga tidak semua informasi dapat dibuka kepada publik sebelum perkara disidangkan.

“Ada kode etik yang harus kita lindungi dan taati, sehingga kita tidak bisa membuka seluruh cerita sebelum perkara itu kita sidangkan,” katanya.

Heddy menilai DKPP dan insan pers memiliki kesamaan peran karena sama-sama bekerja dalam koridor penegakan etika di lingkungan masing-masing.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran media di tengah derasnya arus informasi di media sosial yang kerap dipenuhi informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi menjadi hoaks.

Menurut Heddy, DKPP menyayangkan kecenderungan media arus utama yang terkadang ikut terbawa isu-isu yang berkembang di media sosial tanpa proses verifikasi yang memadai.

Karena itu, ia mendorong jurnalis untuk tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai penjernih informasi di tengah maraknya disinformasi.

“DKPP mendorong para jurnalis untuk menjadi penjernih informasi di tengah kepungan hoaks,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Heddy menekankan bahwa tidak semua fakta harus diangkat menjadi berita. Menurutnya, media juga perlu mempertimbangkan nilai kemanfaatan bagi publik sebelum mempublikasikan suatu informasi.

“Kebenaran yang harus kita beritakan adalah kebenaran yang bisa bermanfaat bagi kehidupan. Kalau kebenaran itu tidak bermanfaat bagi kehidupan, tidak perlu kita beritakan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini