Intime – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin sore, menguat 71 poin atau 0,40 persen menjadi Rp17.851 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.922 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipicu respons atas laporan AS dan Iran akan saling menahan diri setelah sempat memanas beberapa hari terakhir.
“Rupiah dan mata uang regional maupun utama dunia umumnya menguat terhadap dolar AS merespons laporan bahwa AS dan Iran akan ‘menahan diri untuk sekarang’ dan pembicaraan masih berjalan sesuai rencana,” ungkap dia di Jakarta, Senin (29/6).
Mengutip Anadolu, Iran mengecam serangan AS terhadap sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatannya dan menuduh Washington melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta pakta yang baru ditandatangani untuk mengakhiri perang. Iran kemudian merespons dengan menghancurkan delapan fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain melalui serangkaian serangan rudal dan drone.
Konflik tersebut kemudian mereda setelah laporan Axios bahwa AS dan Iran sepakat menghentikan permusuhan dan akan mengadakan pertemuan di Qatar pada Selasa (30/6) untuk membahas perselisihan terkait Selat Hormuz. Menurut laporan tersebut, bentrokan yang kembali terjadi dipicu oleh perbedaan penafsiran terhadap implementasi nota kesepahaman (MoU) yang mengakhiri perang, khususnya ketentuan terkait Selat Hormuz.
“Harga minyak yang juga relatif stabil, meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan,” ungkap Lukman.
Terkait pernyataan hawkish dan ekspektasi tingkat suku bunga Federal Reserve (The Fed), lanjut dia, memang masih akan terus mendukung dolar dan menekan rupiah dari waktu ke waktu.
“Untuk pekan ini, sentimen bisa berlanjut, namun investor masih wait and see serangkaian data ekonomi penting AS seperti manufaktur dan pekerjaan NFP (Non-Farm Payrolls). Apabila data-data tersebut masih kuat, maka pejabat-pejabat The Fed akan melanjutkan retorika hawkish ke depannya,” ujarnya.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp17.956 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.962 per dolar AS.


