Legislator Ungkap Pemprov DKI Bangun 5 Puskeswan Baru, Warga Tak Perlu Jauh ke Ragunan

Intime – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Francine Widjojo mengungkapkan Pemprov DKI telah membangun lima Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) baru. Penambahan fasilitas ini diharapkan memudahkan warga mengakses layanan kesehatan hewan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Francine mengatakan, sebelumnya Puskeswan di Jakarta hanya tersedia di Ragunan, Jakarta Selatan, dan Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Pembangunan lima fasilitas baru tersebut merupakan salah satu hal yang diperjuangkannya sejak 2025.

Lima Puskeswan itu dibangun di PPISHP Pluit, Kebun Anggur Pulo Gebang, Training Center Klender, Sentra Flora dan Fauna Semanan, serta Gedung Kantor Dinas KPKP DKI Jakarta.

“Setelah selesai dibangun, lima Puskeswan ini akan mempermudah akses warga DKI Jakarta pada layanan kesehatan hewan,” kata Francine kepada wartawan, Selasa (6/10).

Dia menyoroti kesulitan warga Jakarta Utara yang ingin membawa kucing peliharaan berobat. Selama ini, warga harus pergi ke Ragunan karena Puskeswan Pondok Ranggon hanya melayani hewan ternak.

“Puskeswan Pondok Ranggon hanya melayani hewan ternak. Jadi warga Jakarta Utara kalau mau bawa kucingnya berobat ke Puskeswan harus ke Ragunan yang jaraknya jauh sekali,” ujarnya.

Menurut Francine, persoalan tersebut semakin terasa karena transportasi publik di Jakarta belum membolehkan penumpang membawa kucing di dalam armada, meski menggunakan carrier.

Dengan adanya Puskeswan yang lebih dekat, warga diharapkan bisa menghemat waktu dan biaya ketika membawa hewan peliharaan untuk mendapatkan perawatan.

Francine menilai peningkatan layanan kesehatan hewan juga penting bagi kesehatan masyarakat. Hal itu sejalan dengan prinsip One Health One Welfare yang menghubungkan kesehatan manusia dan hewan.

Namun, dia mengingatkan pembangunan gedung harus diikuti kesiapan operasional. Pemprov DKI diminta memastikan ketersediaan tenaga medis profesional, obat-obatan, serta peralatan penunjang yang memadai.

Francine juga mendorong peningkatan Puskeswan Ragunan menjadi rumah sakit hewan dengan layanan gawat darurat 24 jam. Menurutnya, Jakarta hingga kini belum memiliki rumah sakit hewan milik Pemprov DKI yang menyediakan layanan darurat sepanjang waktu.

“Kami juga akan terus mengawal upgrade Puskeswan Ragunan menjadi Rumah Sakit Hewan dengan layanan gawat darurat 24 jam,” pungkasnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini