Intime – Pengamat politik sekaligus Guru Besar London School of Public Relations, Lely Arrianie, menilai munculnya “JK Effect” menjadi ancaman serius bagi masa depan politik kubu Joko Widodo, termasuk bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurut Lely, polemik yang mencuat setelah pernyataan Jusuf Kalla terkait isu ijazah Jokowi kini berkembang menjadi tekanan politik yang lebih luas dan mulai menggerus kekuatan politik lingkaran Jokowi.
“Peristiwa dengan Pak JK ini adalah batu ujian yang menurut saya jauh lebih besar daripada sekadar anekdot politik yang selama ini dibangun tentang Pak Jokowi,” kata Lely dalam diskusi publik bertajuk JK Effect dan Nasib Trah Jokowi 2029 di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (17/5).
Ia menilai PSI menjadi salah satu pihak yang paling terdampak. Branding PSI sebagai “partainya Jokowi” pada Pemilu 2024 disebut gagal mendongkrak kekuatan elektoral partai tersebut.
“Ketika PSI mengklaim diri sebagai partai Jokowi, ternyata tidak menang. Artinya branding nama Pak Jokowi tidak otomatis bekerja di pemilih,” ujarnya.
Lely juga menyoroti perilaku sejumlah elite dan relawan di sekitar Jokowi yang dinilai justru memperburuk citra politik mantan presiden tersebut.
“Kelakuan politik orang-orang di sekitarnya inilah yang bisa membuat Pak Jokowi bersinar atau justru tenggelam,” tuturnya.
Sementara itu, mantan Wakil Ketua Umum Pro Jokowi, Budianto Tarigan, menilai PSI dan Jokowi kini berada dalam tekanan politik yang semakin berat setelah isu ijazah berkembang dan mulai dikaitkan dengan sentimen SARA.
Menurut dia, situasi memanas sejak JK meminta agar ijazah Jokowi diperlihatkan ke publik.
“Begitu Pak JK bilang ‘tunjukkan saja ijazahnya kalau ada,’ setelah itu rentetan pelaporan dan potongan-potongan video mulai bermunculan,” kata Budianto.
Ia mengingatkan agar isu agama tidak dimainkan dalam pertarungan politik karena bisa menjadi bumerang bagi kubu Jokowi maupun PSI.
“Kesimpulan saya, hari ini PSI kedodoran, Pak Jokowi juga babak belur. Jangan coba-coba memainkan isu agama untuk kepentingan politik,” tegasnya.

