Intime — Forum Guru Besar Indonesia mendesak Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan Wakil Presiden RI. Desakan itu tertuang dalam surat terbuka yang ditandatangani ratusan guru besar dan diterbitkan pada 19 Oktober 2026.
Surat bertajuk “Menjaga Marwah Konstitusi, Etika Bernegara, dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional” tersebut menyoroti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 terkait sengketa hasil Pilpres 2024.
Forum Guru Besar Indonesia menilai putusan itu memunculkan persoalan moral dan etika mengenai dokumen pendidikan Gibran. Mereka menyoroti pertimbangan hakim yang disebut tidak menemukan bukti meyakinkan tentang keabsahan dokumen pendidikan luar negeri yang setara dengan SLTA ketika Gibran mendaftar sebagai calon wakil presiden.
Mereka mengakui MK tidak menjatuhkan sanksi diskualifikasi karena persoalan kedudukan hukum pemohon dan batasan prosedural hukum formal. Meski demikian, forum tersebut menilai persoalan itu tetap berdampak pada legitimasi moral kepemimpinan nasional.
Dalam suratnya, para guru besar menyampaikan tiga hal yang menjadi perhatian, yakni runtuhnya keteladanan dan etika bernegara, krisis legitimasi di mata generasi muda dan institusi pendidikan, serta beban politik bagi Presiden dan stabilitas nasional.
Mereka juga mempertanyakan bagaimana pendidik dapat menanamkan integritas akademik dan kepatuhan hukum kepada mahasiswa jika persoalan administrasi pendidikan pejabat publik masih menjadi polemik.
“Dengan ini kami menghimbau dan mendesak Saudara Gibran Rakabuming Raka untuk segera mengambil langkah kesatria dan berjiwa besar dengan menyatakan Mengundurkan Diri dari jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia,” tulis forum tersebut.
Selain Gibran, surat terbuka itu ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo. Keduanya diminta memberi perhatian terhadap polemik yang dinilai berkaitan dengan etika bernegara.
“(Presiden RI Prabowo Subianto dan mantan Presiden Jokowi) justru menjadi alamat surat,” kata Prof Din Syamsuddin
Surat terbuka itu mencantumkan 13 nama inisiator, yakni:
1. Prof. M. Din Syamsuddin
2. Prof. Ryaas Rasyid
3. Prof. Ganjar Kurnia
4. Prof. Idrus Paturusi
5. Prof. Nuhfil Hanani
6. Prof. M. Nasih
7. Prof. Amran Razak
8. Prof. La Ode M. Aslan
9. Prof. Rochmat Wahab
10. Prof. Connie Rahakundini Bakrie
11. Prof. Nandang Sutrisno
12. Prof. Fathul Wahid
13. Prof. Lukman Hakim
Adapun, nama-nama Guru Besar Indonesia lainnya yakni:
14. Prof. A. Zaenurrosyid
15. Prof. Abdul Basit
16. Prof. Abdul Haris Fatgehipon
17. Prof. Abrar
18. Prof. Achmad Nurmandi
19. Prof. Adam Wiryawan
20. Prof. Adang Djumhur Salikin
21. Prof. Agus Taufiq
22. Prof. Ahmad Badawi Saluy
23. Prof. Ahmad Sarbini
24. Prof. Akbar Silo
25. Prof. Alaiddin Koto
26. Prof. Ali Maksum
27. Prof. Aminuddin Ilmar
28. Prof. Aminuddin Mane Kandari
29. Prof. Amung Ma’mun
30. Prof. Andi Faisal Bakti
31. Prof. Andi Iqbal Burhanuddin
33. Prof. Armin
34. Prof. Asep Usman Ismail
35. Prof. Asmawi
36. Prof. Asna Husin
37. Prof. Bambang Irawan
38. Prof. Budi Santoso
39. Prof. Budi Setiadi Daryono
40. Prof. Bukhori Abdul Shomad
41. Prof. Bunyamin Maftuh
42. Prof. Burhanuddin
43. Prof. Chairul A. Nidom
44. Prof. Dedy Takdir Syaifuddin
45. Prof. Denny Indrayana
46. Prof. Deti Nurhayati
47. Prof. Didin Nurul Rosidin
48. Prof. Didin Saripudin
49. Prof. Dikdik Zafar Sidik
50. Prof. Dimyati
51. Prof. Djawahir Hejzziey
52. Prof. Dradjad Irianto
53. Prof. Dwi Agus Sudjimat
54. Prof. Elimartati
55. Prof. Endang Sutisna Sulaeman
56. Prof. Enjang Akhmad Juanda
57. Prof. Fauzan Saleh
58. Prof. Fauziyah Harahap
59. Prof. Firman D. Syah
60. Prof. Ghozali Maski
61. Prof. Hadi Machmud
62. Prof. Heni Noviarita
63. Prof. Herri
64. Prof. Heru Kurnianto Tjahjono
65. Prof. Heru Susetyo
66. Prof. Hesti Armiwulan Sochmawardiah
67. Prof. Ibrahim Siregar
68. Prof. Imam Suprayogo
69. Prof. Irza Sukmana
70. Prof. Jarnawi Afgani Dahlan
71. Prof. Kusman Ibrahim
72. Prof. La Rianda Baka
73. Prof. La Rianda Baka
74. Prof. Lukman Asha
75. Prof. Luqman Hakim
76. Prof. M. Aswin
77. Prof. M. Furqon
78. Prof. M. Janib Achmad
79. Prof. M. Sihab Ridwan
80. Prof. M. Syaom Barliana
81. Prof. Mahsun
82. Prof. Mahyuddin Barni
83. Prof. Mahyuddin K. M. Nasution
84. Prof. Mas Yedi Sumaryadi
85. Prof. Masruchin Rubai
86. Prof. Memed Sueb
87. Prof. Mhd. Buhari Sibuea
88. Prof. Moch. Qasim Mathar
89. Prof. Moch. Tolchah
90. Prof. Muhajir Utomo
91. Prof. Muhamad Syamsudin
92. Prof. Muhammad Chirzin
93. Prof. Muhammad Nur
94. Prof. Muharram
95. Prof. Mukti Ali
96. Prof. Muzakkir
97. Prof. Nadjib Bustan
98. Prof. Naelati Tubastuvi
99. Prof. Noermijati
100. Prof. Normuslim
101. Prof. Nur Hadi Ihsan
102. Prof. Suyata
103. Prof. Nurdin Saidi
104. Prof. Nurman
105. Prof. Nurul Barizah
106. Prof. Ridha Dharmajaya
107. Prof. Rofiaty
108. Prof. Rosdanelli Hasibuan
109. Prof. Roslina Alam
110. Prof. Rukmina Gonibala
111. Prof. Sardjuningsih
112. Prof. Sariffudin Fatmona
113. Prof. Selamat Triono Ahmad
114. Prof. Setyo Widagdo
115. Prof. Siswanto Masruri
116. Prof. Sri Puryono KS
117. Prof. Sri Zul Chairiyah
118. Prof. Suadi Sa’ad
119. Prof. Subandi
120. Prof. Sudarminto S. Yuwono
121. Prof. Sugeng Purwanto
122. Prof. Sugiyanto
123. Prof. Suhadi Ibnu
124. Prof. Suhana
125. Prof. Sukarmi
126. Prof. Sukirno
127. Prof. Sukron Kamil
128. Prof. Sumantri
129. Prof. Suparman Marzuki
130. Prof. Supiana
131. Prof. Suradi Wijaya Saputra
132.Prof Suyata
133. Prof. Syafiuddin
134. Prof. Syafrial
135. Prof. Syafruddin
136. Prof. Syafruddin Syarif
137. Prof. Syahidin
138. Prof. Syahrir Mallongi
139. Prof. Tajul Arifin
140. Prof. Takdir Rahmadi
141. Prof. Triyo Supriyatno
142. Prof. Umar Burhan
143. Prof. Unti Ludigdo
144. Prof. Wahyudi
145. Prof. Widiastuti
146. Prof. Yaslis Ilyas
147. Prof. Yayan Rahtikawati
148. Prof. Yayan Sopyan
149. Prof. Yeni Huriani
150. Prof. Yusri Yusuf
151. Prof. Zainal Muttaqin.

