Intime – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mengaku kecewa terhadap massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) pimpinan Supriyono alias Mas Botok. Mereka mempersoalkan rombongan AMPB yang meninggalkan Jakarta setelah bertemu pimpinan DPR RI.
Perwakilan ojol Melva Pardede menyampaikan kekecewaannya di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8). Dia menilai massa AMPB tidak seharusnya meninggalkan Jakarta begitu saja setelah mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi.
“Saudaraku Pati, kami warga Jakarta merasa diberakin oleh kalian, kalian main pulang saja setelah dari dalam,” kata Melva.
Melva kemudian menyoroti nasib rekan-rekannya yang disebut ikut membantu mengawal massa AMPB selama berada di Jakarta.
Menurut dia, keberadaan massa AMPB di Jakarta juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk pengemudi ojol yang membantu mengawal aksi.
“Kalian sudah cair, kalian pulang, bagaimana nasib rekan saya saat kalian diciduk oleh aparat?” ujarnya.
Karena itu, Melva meminta Supriyono dan rombongan AMPB segera menyampaikan permintaan maaf. Dia bahkan memberikan waktu 1×24 jam kepada massa AMPB.
“Satu kali 24 jam kalian nggak minta maaf, jangan harap kalian menginjak Jakarta. 1×24 jam kami tunggu minta maaf,” tegasnya.
Sebelumnya, massa AMPB menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI. Mereka mendesak DPR mempercepat pengesahan RUU Perampasan Aset.
Supriyono alias Botok kemudian diterima pimpinan DPR untuk menyampaikan aspirasi. Dalam audiensi tersebut, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan RUU Perampasan Aset ditargetkan diketok dalam rapat paripurna pada 15 Desember 2026.
Selain mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, AMPB juga membawa tuntutan pemberantasan korupsi dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.

