Intime – Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, diketahui menguasai 27,5 persen saham PT Supra Sekuritas Indonesia (kode broker SS) secara tidak langsung.
Temuan ini berpotensi menambah tantangan bagi Indonesia dalam memulihkan kepercayaan lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap integritas pasar modal nasional.
Sebagaimana dilaporkan Bloomberg, dokumen perusahaan mencatat Pandu menggenggam 99,99 persen saham PT Asha Artha Sehati, yang merupakan entitas pemilik 27,5 persen saham Supra Sekuritas. Struktur kepemilikan saham melalui perusahaan perantara tersebut telah tercatat sejak akhir tahun 2023.
Sejumlah sumber terdekat menyebutkan bahwa Supra Sekuritas merupakan entitas berkode “SS” yang dirujuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada bulan ini, OJK resmi menjatuhkan sanksi administratif kepada belasan entitas terkait dugaan praktik manipulasi pasar serta pelanggaran regulasi transaksi di bursa.
Pengumuman sanksi oleh OJK tersebut mengemuka seusai MSCI memberikan peringatan keras mengenai potensi penurunan status pasar saham Indonesia menjadi standalone market. Klasifikasi tersebut dinilai lebih rendah dari kategori pasar berkembang yang selama ini disematkan, sehingga memicu kekhawatiran atas risiko pelepasan aset oleh investor global.
Dampak dari peringatan tersebut langsung dirasakan pasar keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat merosot hingga 10 persen sejak peringatan MSCI dikeluarkan pada 15 Oktober 2026. Penurunan tajam tersebut menempatkan pasar saham Indonesia sebagai salah satu dengan kinerja terburuk di kawasan Asia.
Pihak MSCI secara konsisten menyoroti isu transparansi struktur kepemilikan saham dan potensi transaksi terkoordinasi di Bursa Efek Indonesia.
Penyedia indeks global tersebut terus mendorong pemerintah bersama regulator pasar modal untuk memperketat pengawasan, memperjelas aturan keterbukaan informasi, serta memperkuat penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran.
Sebagai pimpinan investasi di Danantara, badan pengelola investasi strategis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Pandu memegang peran krusial sebagai penghubung dengan investor internasional.
Ia secara aktif mempromosikan iklim investasi nasional di berbagai forum ekonomi global, mulai dari Washington, Davos, hingga Tokyo.
Dinamika ini menjadi ujian tersendiri bagi akuntabilitas pasar keuangan domestik dalam menjaga arus modal asing di tengah ketatnya persaingan global.

