Pemprov DKI Jakarta Salurkan Bantuan Pemutihan Ijazah Rp 4,67 Miliar untuk 2.810 Warga

Intime – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyalurkan bantuan Pemutihan Ijazah Tahap II Tahun 2026 senilai Rp 4,67 miliar kepada 2.810 warga. Program ini dihadirkan untuk membantu masyarakat memperoleh dokumen kelulusan yang tertahan di sekolah akibat kendala biaya pendidikan.

Penyerahan bantuan tersebut diumumkan secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/10).

Pramono menegaskan bahwa persoalan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda dalam meraih masa depan yang lebih cerah. Penyaluran bantuan ijazah ini dipandang sangat relevan dengan semangat perjuangan pemuda dalam membangun kesejahteraan bangsa.

“Program ini sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda, yaitu jangan sampai anak muda kehilangan kesempatan hanya karena ijazahnya tertahan. Setelah ijazah dapat diakses kembali, mereka harus punya kesempatan melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, dan membangun masa depan,” ujar Pramono dalam keterangannya.

Adapun total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 4.671.693.000. Penerima manfaat mencakup 199 lulusan SD, 911 lulusan SMP, 304 lulusan SMA, 1.104 lulusan SMK, 289 lulusan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), serta 3 lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB). Seluruh penerima telah melalui tahapan verifikasi ketat oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI berkonsep “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, Pramono menekankan pentingnya membangun karakter kepedulian di samping pencapaian akademik. Pemprov DKI terus berkomitmen menyediakan ruang tumbuh yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kami berpesan, masa depan bangsa sedang kita bangun sekarang. Pemprov DKI akan terus membuka akses pendidikan dan kesempatan bagi generasi muda agar mereka tumbuh patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan,” tegasnya.

Dampak positif program ini dirasakan oleh Muhammad Rafli Husain (20), warga Kemayoran, Jakarta Pusat. Ijazah SMA miliknya yang tertahan sejak tahun 2023 akhirnya bisa diambil.

“Karena keuangan saya belum memenuhi buat tebus ijazah di sekolah. Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk bantuan ini. Ini berharga banget buat saya, karena ini penting untuk berlanjut kerja,” tutur Rafli penuh rasa syukur.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini