Intime – Persija Jakarta melayangkan somasi terbuka kepada pemilik akun Instagram @murizkky. Somasi dilayangkan setelah akun tersebut mengunggah narasi yang mengaitkan Persija dengan dugaan aliran dana dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).
Somasi disampaikan manajemen Persija melalui PT Persija Jaya Jakarta pada Rabu (30/9).
Persija mempersoalkan unggahan yang menyebut adanya dana dari PT LIB yang disebut mengalir ke Persija untuk kebutuhan belanja pemain. Narasi tersebut juga mengaitkan dana dengan utang piutang antara PT LIB dan Persib Bandung.
“Dalam unggahan tersebut, terdapat narasi yang menyebutkan bahwa PT LIB melalui Ferry Paulus meminjam sejumlah dana kepada Persib Bandung, yang kemudian disebut dialirkan kepada Persija Jakarta untuk kebutuhan belanja pemain,” tulis PT Persija Jaya Jakarta dalam somasinya.
Manajemen Persija menyatakan keberatan karena nama klub disebut dalam informasi tersebut. Persija juga menegaskan belum menerima bukti maupun dokumen yang menunjukkan kebenaran klaim tersebut.
Karena itu, Persija meminta pemilik akun membuktikan informasi yang telah disebarkan.
Ada lima tuntutan yang disampaikan Persija. Pemilik akun diminta memberikan klarifikasi terbuka mengenai sumber informasi dan menyerahkan bukti aliran dana yang dimaksud.
Jika informasi tersebut tidak dapat dibuktikan, Persija meminta unggahan dihapus atau ditarik kembali. Pemilik akun juga diminta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dengan tingkat publikasi yang setara.
Selain itu, Persija meminta agar informasi yang belum terverifikasi tidak kembali disebarkan.
“Apabila informasi tersebut tidak dapat dibuktikan, (kami meminta untuk) menghapus dan/atau menarik kembali unggahan tersebut,” tegas Persija.
Manajemen memberikan waktu 1 x 24 jam sejak somasi terbuka disampaikan untuk memberikan klarifikasi sekaligus bukti yang mendukung informasi tersebut.
Persija mengatakan pihaknya tetap menghargai kebebasan berpendapat. Namun, manajemen menilai informasi mengenai transaksi keuangan, badan usaha, dan pihak tertentu harus memiliki dasar fakta yang jelas.
Jika tenggat waktu tersebut tidak dipenuhi, Persija menyatakan siap membawa persoalan itu ke jalur hukum.
“Apabila dalam jangka waktu tersebut tidak terdapat klarifikasi dan/atau bukti yang memadai, PT Persija Jaya Jakarta akan mengambil langkah hukum yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutup pernyataan Persija.

